Desa Segenter, Pemukiman Tradisional yang Memiliki Tata Letak Sangat Rapi

Nusa Tenggara Barat memiliki beragam kebudayaan yang cukup unik.Salah satunya terlihat dari kearifan Suku Sasak dalam hal tata ruang pemukiman yang telah mereka ketahui sejak jaman lampau. Jika anda mengunjungi Desa Segenter, maka anda akan melihat berbagai rumah tradisional Suku Sasak yang memiliki tata letak yang sangat rapi. Seperti tata letak yang ada di dalam perumahan namun berkonsep tradisional.

Keberadaan Suku Sasak sendiri sebenarnya menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan. Suku Sasak bermukim di Desa Adat Sade dan Desa Adat Segenter. Desa Adat Sade berada di wilayah Selatan Lombok, Kab. Lombok Tengah. Sementara Desa Adat Segenter berada di wilayah utara Lombok, Kab. Lombok Utara.

Rapinya Desa Segenter Lombok

Desa Segenter

Jika anda tertarik untuk mengunjungi Desa Adat Segenter, anda dapat mengunjungi melalui jalur pantai barat Pulau Lombok. Jaraknya sekitar 90 KM dari Kota Mataram. Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, anda bisa melalui rute Mataram – Senggigi – Pemenang – Tanjung – Selengen – Segenter. Di KM 87 tersedia rambu jalan yang memberi petunjuk arah ke Desa Segenter yang letaknya dekat dengan Desa Bayan.

Sebelum anda tiba di Desa Segenter ada sebuah gapura yang bertulisakn “Selamat Datang”. Gapura tersebut dibangiun oleh pemerintah dan disebelah barat terdapat sebuah bangunan sebagai pusat informasi. Ga kalah keren deh dari wisata pantai gili trawangan.

Untuk menuju ke arah Desa Adat Segenter, anda akan melewati gerbang yang berada setelah gapura pertama tadi. Gerbang ini dgunakan sebagai pintu masuk dan keluar satu-satunya ditempat ini. Desa ini memiliki luas sekitar 3 Hadan dikelilingi oleh pagar.Saat pertama kali memasuki desa ini, anda dapat melihat deretan rumah penduduk yang tertata sangat rapi. Deretan rumah tersebut mengapit deretan Berugak yang terletak di bagian tengah.

Umumnya rumah Suku Sasak terbuat dari anyaman bambu, namun saat ini sebagian dari mereka telah menggunakan dinding batu bata. Namun kesan tradisionalnya masih tetap ada. Karena atapnya masih menggunakan ilalang dan lantainya masih berupa tanah.

Pada bagian dalam rumah terdapat beberapa ruangan seperti dapur, amben belek atau tempat peralatan dapur, tempat tidur dan inan belek atau ruangan istimewa. Inan belek dibangun dengan lantai yang terbuat dari kayu dan agak tinggi. Ruangan ini umumnya digunakan bagi pengantin baru selama 3 hari. Selain itu, inan belek juga berfungsi sebagai lumbung di rumah.

Di desa ini memiliki tradisi satu generasi akan mendirikan rumah dalam satu wilayah. Biasanya rumah orangua ada di sebelah barat. Anak-anak menempati rumah di sebelah barat atau tepat di depan rumah orangtua. Kedua rumah tersebut biasanya saling berhadapan yang dipisah oleh Berugak ditengahnya. Fungsi Berugak adalah sebagai tempat kumpul keluarga yang memiliki luas sekitar 4 X 6 meter.

Jika dalam satu keluarga memiliki anak lebih dari 1, biasanya anak selanjutnya menempati rumah yang ada di sisi utara rumah kakaknya. Untuk lumbung sendiri akan ditaruh ditempat yang memungkinkan.

Sudah cukup banyak kepala keluargayang tinggal di desa ini. Namun kondisinya bisa dibilang memprihatinkan karena minimnya dana untuk perawatan rumah. Walaupun dindingnya masih berdiri tegak, namun terlihat sudah usang serta atapnya mulai rapuh. Ilalang yang digunakan sebagai bahan untuk atap rumah, biasanya di ganti sekitar 12 tahun sekali.

Bagaimana? Apakah anda tertarik untuk mengunjungi desa tradisional yang satu ini? Jika anda mengunjungi Lombok tidak ada salahnya untuk datang ke Desa Segenter ini. Dimana lagi anda bisa melihat pemukiman rapi bergaya tradisional selain di desa ini.