|
|
|
KESELAMATAN NOMOR SATU TAK semua pemilik mobil melakukan penggantian velg sebagai bagian dari trend mempercantik tampilan mobil. Beberapa orang memilih untuk mempertahankan velg standar milik manufaktur, bukan karena mereka tak ingin tampil berbeda, namun karena mereka mengetahui kelebihan velg standar. “Manufaktur pasti sudah memperhitungkan penggunaan velg standar sesuai dimensi mobil, sehingga sesuai standar keselamatan dan kenyamanannya,” ujar Harry Wijanarko, seorang karyawan swasta pengguna Honda City. Alasan tersebut memang merupakan salah satu kelebihan velg standar yang harus dipertimbangkan sebelum Anda memutuskan menggantinya dengan velg aftermarket. Menurut Iwan Abdurahman, Instruktur Training PT Toyota Astra Motor (TAM), sebenarnya velg standar manufaktur baik velg aluminium atau baja, dari segi kualitas sudah diuji kekuatannya. “Untuk keselamatan pengendaraan, velg standar sudah diperhitungkan oleh manufaktur soal kekuatannya untuk mengangkut beban yang akan ditopang mobil,” ujar Iwan. “Selain itu, diameter velg standar- juga ban yang digunakan– telah disesuaikan, sehingga saat mobil melaju, kecepatan yang tercatat pada speedometer akurat dengan kenyataannya. Hal ini juga berhubungan dengan sistem-sistem yang terdapat pada kendaraan, seperti stabilitas dan kinerja sistem pengereman anti-lock braking system (ABS) dalam proses pengoperasiannya,” tambahnya. Velg dan ban adalah unsur yang saling berkaitan erat. Velg standar pabrikan sudah ditentukan ukurannya dengan ukuran ban yang digunakan pada kendaraan. Seperti yang kita lihat dalam keseharian, bahwa kendaraan yang menggunakan velg standar pabrikan, biasanya menggunakan ban dengan dinding yang lebih lebar/tebal. Hal ini jelas memberikan kenyamanan lebih baik karena ban juga berfungsi sebagai peredam. Semakin tebal dinding ban, maka semakin nyaman pengendaraannya berkat peredaman yang semakin baik. Petra J. Harun
|