|
|
Dengan platform Suzuki Global, kedua mobil itu berbagi mesin dan transmisi. Perbedaan antara keduanya berada di seputaran bodi, chassis, suspensi, dan segi handling yang dipengaruhi oleh bobot mobil. Tips kali ini akan mengulas hal-hal yang dapat membuat kemampuan kedua mobil tersebut kian maksimal.
Upgrade & Performa
Baik Swift maupun SX-4 memiliki aura yang menggoda untuk dimodifikasi, karena keduanya memiliki DNA sporty yang kental. Namun, bukan berarti prosesnya mudah. Ambil contoh untuk Swift dan SX4 bertransmisi otomatis. Jika pemilik hendak menaikkan tenaga mesin dengan mengubah saluran buang, maka sensor yang terletak pada header dan terhubung dengan transmisi harus diperhatikan.
“Kalau sensornya dilepas atau header didesain baru, tarikan mobil justru tak responsif lagi,” urai Ben Yamin Irianto, Asisten Direktur Standar Adi Knalpot, di bilangan Senen, Jakarta Pusat. “Jadi, perubahan yang bisa dilakukan hanya sebatas mengganti tabung tengah sampai ke mufler. Uniknya, kasus ini hanya berlaku untuk varian Swift dan SX-4 bertransmisi otomatis. Sedangkan untuk versi manualnya tidak ada masalah jika header hendak diganti.”
Sebagian pemilik Swift dan SX-4 mengeluhkan performa mobil ini. Setelah ditelaah, salah satu penyebabnya adalah kurang terhubungnya kabel massa (kutub negatif) dari sistem kelistrikan. Walhasil, kinerja rangkaian elektornik yang berhubungan dengan pengapian dan pengisian accu kurang maksimal. “Problem ini bisa diselesaikan dengan memasang komponen aftermarket yang berfungsi sebagai penstabil tegangan, serta penambahan kabel ground, “ ujar Carmen, dari Autotech Performa Tuning di bilangan Sunter, Jakarta Utara. “Sebaiknya, pilihlah produk aftermarket yang berkualitas. Ciri khasnya, biasanya setelah dipasang penstabil tegangan ini, putaran mesin jadi lebih stabil saat stasioner, menyalakan mesin lebih mudah, suara klakson lebih nyaring, dan sistem audio lebih baik suaranya.”
Suspensi dan Kaki-kaki
Sebagai mobil perkotaan yang bertubuh mungil, dengan sumbu roda pendek dan jarak pijak yang tidak terlalu lebar, Suzuki SX-4 dan Swift memiliki keterbatasan luas “kolong” mobil. Hal inilah yang berimbas pada struktur kaki-kaki, yang oleh sebagian orang, dinilai bantingan suspensinya terasa cukup keras. “Untuk melembutkan bantingan suspensi, bisa dipilih per dengan ulir yang lebih banyak. Komponen ini bisa dipilih dari produk aftermarket atau dari mobil Suzuki lawas,” jelas Herbert T. Simanjuntak, mekanik ahli dari GE Racing, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Interior
Salah satu kekurangan Suzuki Swift adalah kursi belakangnya yang terasa kurang mengakomodir kenyamanan. Posisi sandaran hampir tegak, busanya tipis, dan terdapat bunyi pada doortrim adalah keluhan yang dilontarkan sebagian pengguna Swift. “Untuk menyiasati kenyamanan kabin, khususnya jok belakang Swift, bisa dilakukan penambahan busa jok. Daerah yang ditambah yaitu pada bantalan dan sandaran punggung,” jelas Ninda dari gerai interior MR Seat di bilangan Antasari, Jakarta Selatan.
Sedangkan pada SX-4, persoalan datang dari list karet pintu bagasi belakangnya. Pada titik sambungan, karet penyekat bagasi tidak menyatu dengan baik. Selain mereduksi kesenyapan kabin, area ini juga berpotensi menjadi celah udara dan menimbulkan efek bunyi layaknya peluit. Namun, mengatasinya cukup mudah, yaitu menutup celah tersebut dengan lem sealant (lem karet) atau dengan lakban.
Bayu Arya
Foto-foto: Azhar Zaki
|