|
|
Prof. Dr.Ir. Ofyar Z. Tamim, M.Sc
Pengamat Transportasi dan Dekan Pascasarjana ITB
Mengapa motor tidak boleh masuk ke jalan tol atau jalan bebas hambatan? Karena jalan bebas hambatan, sesuai namanya, di jalan tersebut tidak boleh ada hambatan. Termasuk di dalamnya tidak boleh ada mix traffic antara roda empat dan roda dua.
Hal ini semata-mata berhubungan dengan faktor keselamatan pengguna jalan. Dan keselamatan pengguna jalan di mana pun adalah hal yang mutlak dan menjadi tanggung jawab bersama.
Kalaupun memaksakan motor disatukan di jalan bebas hambatan, hal ini bisa menyebabkan bahaya baru bagi para pengguna jalan bebas hambatan itu sendiri, baik pengguna mobil ataupun motor. Bayangkan apa yang akan terjadi bila ada kecelakaan antara motor dan mobil di jalan tol.
Hingga saat ini memang tidak ada infrastruktur yang mendukung motor masuk tol, seperti jalur khusus untuk motor. Pertimbangannya adalah pertama dari segi teknis. Penambahan jalur khusus motor di jalan tol akan sulit dari segi pembangunan ataupun biaya. Bayangkan bila tol dalam kota yang terdiri dari sekian banyak fly over, dirombak untuk menambah jalur khusus motor. Tentunya akan sangat sulit dan menelan biaya banyak.
Hal kedua adalah berapa banyak motor yang akan melintasi jalan tol dibandingkan dengan mobil? Hal ini berhubungan dengan tingkat keekonomisan jalur khusus motor di jalan tol yang masih layak untuk dipertanyakan. Dan yang ketiga, jalur alternatif yang terbuka untuk semua jenis kendaraan telah disediakan di luar jalan tol.
Pada kasus jembatan Suramadu, faktor ketiadaan jalur alternatif yang memadailah yang menjadi pertimbangan dikeluarkannya PP. No. 44 tahun 2009 yang memperbolehkan motor untuk melintas melalui jalur khusus yang disediakan. Jalur alternatif yang tersedia adalah angkutan kapal ferry yang jelas-jelas menempuh waktu yang lebih lama (30 menit) daripada menggunakan jembatan.
Jadi, apakah motor bisa masuk ke jalan tol? Jawabannya adalah bisa. Dengan syarat ada infrastruktur yang mampu melindungi dan memberikan kenyamanan bagi para pengguna motor. Dan hal ini kembali lagi kepada pemerintah, pengelola jalan tol, dan para investor untuk menghitung untung dan ruginya, serta kesiapan mereka untuk menyediakan jalur khusus motor di jalan bebas hambatan.
|