|
|
|
Oleh M. Hasan
“Don’t frown. You never know who is falling in love with your smile.” Anonymous BUAT sebagian orang, mungkin tak gampang membuka pintu mobil, duduk di jok pengemudi, menyalakan mesin, memasang seat belt, lalu mulai menjalankan mobil, sambil tersenyum senang. Tiap orang punya musabab tersendiri mengapa tak bisa tersenyum, dan tidak perlu kita bahas di sini. Tapi, kalau Anda bisa mulai mendekati mobil dengan tersenyum, maka lakukanlah di kesempatan pertama. Tak perlu ditunda. Jangan mahal senyum (meski tak perlu sampai berkesan “senyum-senyum sendiri”). Senyum seperti Monalisa sudah cukup.
Barangkali, senyum akan membuat perjalanan kita lebih selamat dan nyaman. Gerakan tangan jadi luwes (mempengaruhi artikulasi gerak roda mobil), kaki lebih ringan (pengaruhi permainan gas dan rem), serta mata tak mudah hilang fokus. Senyum juga akan membuat kita menjadi orang yang tidak “ngeyel” di jalan dan terjauh dari masalah.
Dan sebenarnya, senyum atau rasa senang hanya satu dari sekian faktor yang bisa menyelamatkan orang di jalan. Faktor lainnya, misalnya, kewaspadaan, kesehatan tubuh, pengenalan karakter jalan dan lingkungan, prinsip mengemudi yang benar, dan kondisi mobil. Kalau faktor-faktor lain itu sudah terpenuhi, mengapa tidak kita tambah dengan senyum? Menurut sebuah studi, senyum membuat pelakunya lebih sehat, sekaligus memberi dampak positif bagi orang di sekitarnya. Mengapa tidak kita berikan senyum kepada penyeberang jalan sambil kita hentikan mobil dan mempersilakan mereka melintas? Mengapa tidak kita lempar senyum kepada pengemudi lain yang ingin lebih dulu melintasi persimpangan dan kita persilakan lewat?
Jangan biarkan lalu-lintas jadi pembunuh nomor satu di Indonesia. Biarkan penyakit jantung dan kanker tetap di urutan satu dan dua, sedangkan kecelakaan lalu-lintas turun dari nomor tiga. Menurut data dari Departemen Perhubungan baru-baru ini, angka kematian akibat kecelakaan lalu-lintas di Indonesia mencapai 30 ribu jiwa per tahun. Kerugian materialnya mencapai Rp 41 triliun. Dan angka itu bisa meningkat mengingat pertambahan jumlah kendaraan tak berhenti. Sekitar 500 ribu mobil baru turun ke jalan tiap tahun, sedangkan roda dua sekitar 5,1 juta unit per tahun. Total kini terdapat sekitar 35 juta kendaraan di jalan-jalan Indonesia.
Mengapa senyum? Karena mungkin ini faktor termudah yang bisa kita bangun sebelum mengemudi. Semoga senyuman kita bisa mengurangi angka kecelakaan yang cenderung naik itu. Semoga senyuman kita di dalam mobil seabadi senyumnya Monalisa.
|