Memahami Raja Jalanan
Posting date 07-12-2009

 

Oleh M. Hasan

Di jalanan kota besar mana pun di Indonesia, sekarang menjamur sepeda motor. Mereka bagaikan “raja jalanan” yang bisa melesat ke depan dengan cepat, mengerem mendadak, lalu bergerak ke kiri dan ke kanan sesuka hati. Pengguna kendaraan roda empat seringkali kewalahan mengantisipasi gerak mereka. Hati pun terkadang dongkol karena takut bodi mobil tergores setang motor, atau yang lebih parah mereka menyenggol mobil kita dan terjatuh, lalu jadilah urusan yang bikin repot.

Dalam satu kesempatan wawancara majalah ini dengan Johannes Loman, Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor, ATPM Honda roda dua, terungkap bahwa saat ini angka penjualan sepeda motor di Jawa Barat dan Jawa Timur saja sudah sama dengan total penjualan di Thailand. Artinya, penjualan sepeda motor di negeri ini jadi yang terbesar di Asia Tenggara. Artinya pula, orang Indonesia memang gemar naik motor. Tahun 2008, terjual 6,2 juta unit sepeda motor dari Sabang sampai Merauke. Dan di tahun-tahun mendatang, jumlahnya diprediksi terus meningkat. Berapa jumlah sepeda motor di negeri ini? AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) pernah merilis angka 35 juta unit (2007). Jauh lebih banyak ketimbang jumlah penduduk Malaysia.

Ada efek domino yang luar biasa dari maraknya kepemilikan sepeda motor. Ekonomi masyarakat tumbuh pesat berkat merebaknya bengkel-bengkel, toko-toko aksesori, toko-toko komponen, dan sebagainya. Belum lagi mobilitas masyarakat yang sangat terbantu dengan adanya sepeda motor. Sanggupkah sekarang kita membayangkan Jabodetabek dan Surabaya, misalnya, tanpa sepeda motor? Hmm, akan ada belasan ribu orang berjejal di pinggir jalan karena tidak terangkut oleh busway, bus reguler, atau pun angkot. Bahkan, tukang ojeg pun akan kewalahan melayani permintaan. Kereta api? Sekarang saja selalu berjejal-jejal! Beruntunglah lalu-lintas Indonesia karena masyarakatnya kini banyak yang punya sepeda motor. Kehidupan sehari-hari bisa berjalan stabil. Ekonomi tumbuh. Pegawai kita, bawahan kita, office boy kita, semua bisa bekerja setiap hari untuk kita, mungkin karena ada sepeda motor.

Kita pun harus membiasakan diri menerima kehadiran para “raja jalanan”. Tidak perlu marah dan berkonflik dengan mereka. Toh, bila ada pelanggaran yang mereka lakukan, sudah ada Pak Polisi yang siap menangani. Tanpa sepeda motor, mungkin banyak warga yang minta tumpangan pada mobil kita untuk pulang ke rumah. Bersediakah kita memberi tumpangan? Mari mengemudi dengan stabil dan tetap memberi celah bagi motor untuk bergerak. Pengendara sepeda motor begitu banyak hanya karena sistem transportasi massal kita belum memadai. Toh, tidak selamanya kita berada dalam kemacetan bersama mereka. Semoga kita selalu selamat dalam perjalanan...

| More
Name
Email
Comment
 
Validation
 
COMMENTS
suroso
Posting date 2009-12-07 17:36:28
Tp motor jg harus tertib berlalu lintas dong..
 
THIS MONTH EDITION
ON THE COVER

Audi A8 Hybrid
SUV dari Bentley
DRIVE :
New Toyota Yaris
New Dodge Journey
Subaru BRZ

ROAD TEST
Nissan Juke. Crossover yang dirilis di awal Juni 2
Kehadiran Smart Fortwo-dengan bentuk yang unik-cuk
BMW X5 merupakan SUV perdana racikan manufaktur Ba
Desain generasi kedelapan dari Honda Accord ini ta
Everest VS Pajero
teaser
Perhatikan Kondisi Rel P
teaser
Memasuki penghujung tahun, ikl
teaser
Kehadiran duet Ford Everest da
teaser
Kehadiran Toyota Vios pada tah
Asus meluncurkan seri ET2700 All in On...
Bertempat di gedung Oktagon, Gunung Sah...
Sebagai sebuah bentuk kegiatan CSR PT Br...
JAKARTA (25/1) Setelah sukses menggelar ...
 
About Us | Contact Us | Subscribe | Advertise | Recommended Links | Terms & Conditions

MRA MEDIA GROUP - AUTOCAR INDONESIA
Copyright © 2009