|
|
|
Oleh M. Hasan dan Akbar Bakti
Setiap tahun setidaknya 1,3 juta orang di seluruh dunia terbunuh oleh kecelakaan lalu-lintas, dan jutaan lainnya mengalami cacat tubuh. Lantaran itu, mari kita kampanyekan jalan raya yang aman untuk kita semua.
Melihat tingginya angka kematian manusia akibat kecelakaan lalu-lintas (lalin) di dunia, United Nations (UN) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan melakukan tindakan pencegahan. Kematian di jalan raya sudah menjadi “epidemi global”, namun masih kurang menjadi fokus perhatian para pemimpin negara di dunia. Menurut data dari World Health Organization (WHO), badan PBB yang menangani masalah kesehatan dunia, setidaknya 1,3 juta manusia meninggal sia-sia akibat kecelakaan lalin setiap tahun dalam dekade ini. Begitu juga dengan korban yang selamat tapi menjadi cacat seumur hidup, memiliki angka yang setara dengan jumlah korban meninggal tersebut.
Masih berdasarkan data WHO, bahkan dalam peringkat sepuluh besar penyebab kematian di dunia, kecelakaan lalin berada di peringkat ketujuh dan mengalahkan wabah malaria di negara berkembang. Jika dihitung secara biaya ekonomi, tercatat kerugian sebesar US$ 100 miliar per tahun di seluruh dunia akibat kecelakaan lalin. Angka ini setara dengan dana bantuan untuk negara miskin di seluruh dunia. Sekarang kita bisa bayangkan betapa pentingnya nilai keselamatan di jalan raya bagi kita semua.
Sebagai pengguna jalan, kita bisa turut mengurangi angka kecelakaan dengan berkendara secara baik, meningkatkan empati, dan memberikan dukungan bagi kampanye ini kepada orang-orang di sekitar kita. Bahkan, badan dunia sekelas PBB sekalipun tidak bisa menghentikan “epidemi” ini. Jika bukan kita sebagai stakeholder lalin, siapa lagi yang akan melakukan kampanye keselamatan berlalu-lintas. Kampanye ini berkaitan dengan kesehatan, faktor ekonomi, dan kualitas hidup kita.
WHO juga melansir ada potensi kematian 100 juta orang dalam 10 tahun mendatang akibat masalah lalin. Apakah kita akan diam dan tidak mau terlibat dalam tindakan pencegahan? Mari kita berkerjasama menciptakan jalan raya yang aman bagi kita semua.
Di Tanah Air kita, menurut data dari Departemen Perhubungan, terjadi sekitar 30 ribu kematian akibat kecelakaan lalin tahun lalu. Sedangkan hingga pertengahan 2009, sudah tercatat 19 ribu kasus kecelakaan, baik dengan korban tewas ataupun luka-luka. Hal ini sungguh memprihatinkan. Terlebih bila diperkirakan kerugian ekonomi akibat masalah ini. Anak bisa kehilangan orang tuanya, dan orang tua bisa kehilangan anaknya. Kecelakaan lalin bisa menjadi penyebab kemiskinan.
Untuk itu, mari kita lakukan pencegahan dini dari lingkungan terdekat terlebih dahulu. Promosikan arti penting safety driving (meliputi persiapan kendaraan, cara mengemudi, hingga mengatur perilaku di jalan), selain kita juga perlu mendorong pihak yang berwenang untuk meningkatkan kualitas jalan raya dan pendukungnya. Kiat safety driving bisa berkurang efektivitasnya bila inftrastruktur jalan itu sendiri kurang mendukung, misalnya terlalu banyak lubang, kurang rambu-rambu, atau kurang lampu penerangan. Desain jalan yang baik juga menjadi tuntutan kita demi terciptanya lalin yang aman.
Setelah kita tekun mengkampanyekan pentingnya keselamatan berkendara kepada orang-orang terdekat, jangan sampai terlewatkan untuk memberi contoh dalam keseharian. Tunjukkan kepada siapa pun bahwa kita mengemudi dengan benar-benar menerapkan prinsip safety driving. Misalnya, selalu memeriksa kondisi mobil sebelum berjalan, selalu mengenakan sabuk keselamatan, tidak melanggar peraturan lalin, menghormati pengguna jalan lain, menjaga kecepatan agar tidak terlalu tinggi, tidak ber-SMS saat mengemudi, dan mengendalikan tempramen agar tidak mudah terpancing emosi.
(Baru) Menjadi Perhatian G8?
Negara-negara G8 dan PPB mulai menjadikan kampanye keselamatan di jalan (bertajuk Make Road Safe) sebagai salah satu agenda pertemuan mereka di Italia baru-baru ini. Hal ini merupakan hasil kampanye yang dipimpin oleh koalisi dari badan keselamatan jalan raya dan organisasi kesehatan di seluruh dunia. Kampanye ini bertujuan meraih simpati publik dan politisi untuk peduli akan epidemi yang bernama kecelakaan lalin yang setiap hari membunuh sekitar 3 ribu orang, termasuk sedikitnya 500 anak-anak.
Bagaimana di Masa Mendatang?
-
Pada 2030 diperkirakan satu juta orang terbunuh dan sepuluh juta terluka di jalan raya di setiap negara berkembang per tahunnya. Selain itu, kecelakaan lalin akan menjadi penyebab utama di dunia untuk kasus kematian usia muda, 10–24 tahun.
-
Kecelakaan lalin menyalip wabah malaria yang mematikan di negara berkembang.
-
WHO memprediksi kecelakaan lalin dengan korban balita maupun remaja akan mengalahkan korban dari kasus kematian prematur anak berusia 5-14 tahun di negara-negara berkembang pada tahun 2015.
-
Kampanye keselamatan ini setidaknya menyelamatan 5 juta nyawa dan mencegah 50 juta orang terluka serius.
-
PBB menargetkan pada 2020 seluruh negara di dunia berpromosi untuk penggunaan sabuk keselamatan dan program keselamatan berlalu-lintas lainnya bersama badan-badan lain yang peduli.
-
Bank dunia, bank pembangunan regional, dan negara-negara donor harus mendedikasikan sedikitnya 10% dari program pembangunan prasarana jalan untuk program keselamatan lalin.
|