Pohon Tidak Bersalah
Posting date 10-08-2009

Oleh M. Hasan

Di dunia maya, baru-baru lalu, sempat beredar foto-foto korban kecelakaan mobil yang menabrak pohon di kawasan Batu, Malang, Jawa Timur, yang menewaskan 9 orang. Para korban adalah mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di kota Malang yang pada saat kejadian (pukul 00.10 waktu setempat) sedang menumpang Daihatsu Taruna bernopol DK 1070 XB. Pihak berwajib menduga kecelakaan terjadi karena mobil yang dimuati sembilan orang itu mengalami pecah ban kiri belakang. Seluruh korban berusia 20—25 tahun, termasuk pengemudi yang berumur 24 tahun. Dari foto-foto para korban yang kondisinya sangat mengenaskan, juga sedikit foto bagian mobil, dapat dianalisis beberapa hal.

Pertama, mobil melaju sangat kencang, sehingga dampak benturan menjadi amat mengerikan bagi tubuh penghuni kabin. Jalan di kawasan itu memang berkontur naik dan turun (pegunungan). Kedua, tidak ada perangkat keselamatan yang bisa mengurangi dampak benturan (airbag). Ketiga, pengemudi yang berusia relatif muda belum memiliki pengalaman dan kontrol diri yang matang. Keempat, rekan-rekan pengemudi yang juga berusia relatif muda tidak dapat mengontrol (berhasil mengingatkan) pengemudi. Kelima, kepedulian kesembilan korban terhadap prinsip safety driving sangat kurang, terbukti dari pemakaian ban tipis dan muatan yang berlebihan, ditambah keputusan untuk mengemudi menjelang dini hari di mana kondisi tubuh mulai lelah.

Tidak mudah untuk menghapus foto-foto para korban dari ingatan. Beberapa hari kemudian, saya memasukkan kata kunci 'mobil tabrak pohon' ke dalam search engine dunia maya. Muncullah berita-berita lain: 'Mobil Tabrak Pohon di Senayan, Satu Orang Tewas', 'Mobil Tabrak Pohon, Turis Jerman Tewas dan Tiga Luka Berat' (kejadian di Pematang Siantar), 'Mobil Tabrak Pohon, Lima Penumpangnya Tewas' (kejadian di Bandung), 'Mobil Tabrak Pohon, Tiga Kepsek Tewas (kejadian di Majalengka), dan 'Pecah Ban, Mobil Tabrak Pohon' (kejadian di Cirebon). Kejadian di Senayan melibatkan Suzuki Baleno, di Pematang Siantar adalah Kijang Innova, di Bandung adalah Daihatsu Xenia, di Majalengka adalah Timor, dan di Cirebon adalah Xenia.

Setelah seluruh cerita itu diselami, musabab kecelakaan adalah melaju terlalu cepat, pecah ban, kurang antisipasi di jalan menurun, atau menghindari motor. Kendaraan yang terlibat pun mayoritas tidak memiliki fitur safety yang mendasar, misalnya airbag dan rem ABS (hanya Innova tipe tertentu dan Baleno terbaru yang dilengkapi ABS). Padahal, di masa kini, ketika kondisi lalu-lintas semakin ramai, fitur safety yang diperlukan lebih dari itu, misalnya ESP (electronic stability program) yang memungkinkan mobil tetap berada di jalur yang benar, meski mengambil manuver keras untuk menghindari motor, misalnya. Perkembangan teknologi safety lainnya pun semakin pesat (diuraikan di bagian lain majalah ini).

Artinya, untuk selamat dalam perjalanan, memang perlu upaya serius. Bila Anda pengemudi, maka terapkan prinsip safety driving secara utuh. Sedangkan bila Anda penumpang, maka sebisa mungkin dapat mengingatkan pengemudi untuk lebih selamat membawa kendaraan. Adapun bila Anda seorang pembeli mobil, pilihlah kendaraan yang berfitur safety memadai.

Jadi, pohon tidak bersalah.

 

| More
Name
Email
Comment
 
Validation
 
COMMENTS
 
THIS MONTH EDITION
ON THE COVER

Audi A8 Hybrid
SUV dari Bentley
DRIVE :
New Toyota Yaris
New Dodge Journey
Subaru BRZ

ROAD TEST
Nissan Juke. Crossover yang dirilis di awal Juni 2
Kehadiran Smart Fortwo-dengan bentuk yang unik-cuk
BMW X5 merupakan SUV perdana racikan manufaktur Ba
Desain generasi kedelapan dari Honda Accord ini ta
Everest VS Pajero
teaser
Perhatikan Kondisi Rel P
teaser
Memasuki penghujung tahun, ikl
teaser
Kehadiran duet Ford Everest da
teaser
Kehadiran Toyota Vios pada tah
Asus meluncurkan seri ET2700 All in On...
Bertempat di gedung Oktagon, Gunung Sah...
Sebagai sebuah bentuk kegiatan CSR PT Br...
JAKARTA (25/1) Setelah sukses menggelar ...
 
About Us | Contact Us | Subscribe | Advertise | Recommended Links | Terms & Conditions

MRA MEDIA GROUP - AUTOCAR INDONESIA
Copyright © 2009