LATEST REVIEW
|
|
|
A6 3.0 TFSI quattro Kami berkesempatan menguji A6 3.0 TFSI quattro di sirkuit Sepang, Malaysia atas und |
|
|
Tanpa Basa Basi
Sepertinya inilah mobil dengan chassis ladder frame tercepat saat ini.
Tipikal Mercedes-Benz G-Class adalah mobil tanpa basa-basi. Untuk off-road harus mampu melahap medan ekstrim, titik. Tapi kali ini, mereka membuatnya lebih kencang. Inilah dia, mobil yang tidak ada basa-basinya. Mesin V8, 5,5 liter supercharge seperti yang terpampang pada namanya, tenaga “badak” yang mencapai 500 hp, dan torsi sebesar 700 Nm.
Lupakan aerodinamika, karena sang pembuat ingin mempertahankan warisan legendarisnya dengan bentuk seperti itu. Bentuk ini begitu mendapat tempat di hati berbagai kalangan. Mulai dari masyarakat biasa, petugas sosial, hingga militer, sehingga Mercedes-Benz merasa perlu untuk melestarikannya, seperti Defender pada Land Rover. Ya, mobil yang Anda lihat di halaman ini adalah sebuah Mercedes-Benz G55 AMG, salah satu simbol Mercedes-Benz yang segala sesuatunya harus dilestarikan. Dan itu termasuk bentuk dan kemampuan off-road. Tapi untuk yang satu ini kami tidak tahu apa yang ada di pikiran para insinyur Mercedes-Benz, sehingga mereka menelurkan versi AMG-nya.
Bentuknya tetap mengotak sehingga fotografer kami kebingungan saat melihatnya pertama kali. “Ini baru? Apa bedanya?” Itulah celetukan yang keluar perta-ma kali. Baik, kita lupakan saja kepolosan sang fotografer, dan coba kita lihat. Bentuknya tetap sama dengan bodi kotak yang minim perubahan sejak 30an tahun yang lalu.
Satu-satunya yang mengundang perhatian adalah ujung knalpot ganda yang keluar di sisi kiri dan kanan bodi, bukan di belakang. Selain itu, velg AMG 19 inci hadir dengan kesan gagah. Perubahan paling kentara ada pada grille depan dengan tiga batang melintang. Kemudian lampu depan model proyektor yang menggunakan HID, serta lampu belakang yang didominasi warna merah, yang tetap diletakkan di atas bumper belakang.
Selain itu, spion kini dilengkapi dengan lampu sein dan hadir pula sebuah sunroof untuk memberikan kesan mewah. Tetap hadir adalah ban cadangan yang digantung di pintu belakang, tombol pembuka pintu yang sepertinya tidak berubah sejak 30 tahun yang lalu, dan lampu sein yang diletakkan di atas moncong mobil, serta pintu belakang yang tetap membuka ke samping.
Interior khas G-Class tetap terasa dengan dashboard yang tipis. Namun sekujur kabinnya diguyur kemewahan mulai dari jok bucket berbalut kulit, bangku belakang yang sempit, juga terbuat dari bahan kulit, setir kayu dengan tambahan kulit, dashboard yang berkualitas, fitur hiburan yang komplit, AC dual zone, fitur COMAND ® dengan voice control, serta cruise control. Melalui program Designo, Anda bisa memesan aksen interior sesuai selera Anda.
Di dashboard terpampang tiga tombol yang diperuntukkan guna mengatur differential lock. Seperti yang disebutkan tadi, meskipun gayanya kota, tapi mobil ini siap dicemplungkan ke medan offroad. Saat mesin dinyalakan, terdengar geraman khas mesin V8 AMG, meskipun tidak menyalak seperti pada E63 AMG atau C63 AMG. Tapi, justru deruman tenang seperti ini yang tampaknya menyimpan misteri. Ya, kami tidak salah. Tanpa perlu memasukkan gigi, injak pedal gasnya, dan dengarkan teriakan knalpot di samping belakang Anda. Setelah itu dengarkan teriakan orang memaki karena terkejut.
Waktunya G55 berjalan. Sekali lagi, kekhasan sebuah Gelandewagen sungguh terasa meski diguyur kemewahan. Posisi duduk tinggi (meskipun jok bisa diatur ketinggiannya), suspensi keras layaknya G-Class manapun. Dan bidang pandang depan yang leluasa benar-benar membuat mobil ini meyakinkan. Hal yang cukup mengganggu adalah posisi pedal rem yang agak jauh dari pedal akselerator.
Dengan 500 hp dan 700 Nm, mobil ini melecut dengan ‘riangnya’. Menurut Mercedes-Benz, akselerasi 0-100 direngkuh dalam 5,5 detik saja, dengan kecepatan maksimum yang dibatasi secara elektronis hingga 210 kpj. Untunglah kecepatan maksimumnya dibatasi. Kami tidak bisa membayangkan kalau G55 ini melaju hingga 250 kpj, misalnya.
Stir terasa responsif, dan cukup komunikatif menginformasikan apa yang dilakukan oleh roda depan, namun keakuratannya terasa kurang. Body yang tinggi sepertinya akan limbung, tapi ternyata tidak. Ban lebar dan suspensi yang di-tune oleh AMG mampu membuat mobil ini stabil layaknya sebuah SUV modern. Pengereman meskipun keras (lagi-lagi, ciri khas G-CLass) tapi sangat meyakinkan karena disc brake terpasang di depan dan belakang. Kami yakin, banyak pengendara lain yang tertipu dengan penampil-annya, dan menyangka ini hanya G-Class biasa dengan aksesoris. Tapi lupakan saja. Kenikmatan mengendalikan mobil ini terasa lain.
Indra Alfarisy
Foto: Arif H.
Kami Suka
Tenaga
Kelengkapan interior
Suara V8 Supercharger
Kami Tidak Suka
Ruang belakang sempit
Pengendalian
DATA & FAKTA
Mercedes-Benz G55 AMG
Harga Rp 2,99 miliar
Mesin V8, 5.439 cc, supercharge
Tenaga 500 hp @ 6.100 rpm
Torsi 700 Nm @ 2.750-4.000 rpm
Transmisi Otomatis, 5-speed
Konsumsi BBM 8,3 kpl (kombinasi)
0-100 kpj 5,5 detik (klaim)
|