Grand Cherokee Limited
Posting date 23-08-2011

 

 

 

 

LATEST REVIEW
Kami Menguji Chevrolet Colorado 2.8L di Thailand
Setelah sebelumnya kami pernah menguji Chevrolet Colorado versi double cabin yang
Smart Fortwo Brabus
Produk mobil berlogo ‘tiga  intang dalam lingkaran’ memang kerap d
A6 3.0 TFSI quattro
Kami berkesempatan menguji A6 3.0 TFSI quattro di sirkuit Sepang, Malaysia atas und

Kemana Pun Jadi
Mobil yang ditunggu-tunggu penggemarnya. Bentuknya lebih modern. Apakah kemampuan off-road-nya menurun?

Saat menanggapi merger Fiat dengan Chrysler pada 2009, Sergio Marchionne, CEO Fiat, mengatakan, “Kami berniat menggunakan inovasi-inovasi Chrysler dan teknologi Fiat untuk memajukan penjualan Chrysler di Amerika Utara dan belahan dunia lainnya.” Jeep Grand Cherokee yang Anda lihat di sini adalah salah satu hasil dari komitmen tersebut. Seperti diketahui, Jeep adalah merek yang berada di bawah naungan Chrysler.

Beberapa pengamat permobilan mengatakan bahwa Grand Cherokee berkode WK2 terbaru ini terlambat datang, karena kemunculannya bersamaan dengan bergesernya trend dari SUV ‘tulen’ menjadi crossover. Namun, terlepas dari hal itu, Grand Cherokee adalah sebuah legenda yang harus dipertahankan, dan tetap dinantikan oleh mereka yang mengerti arti merek Jeep.

Grand Cherokee generasi pertama lahir 18 tahun yang lalu dan telah mencetak penjualan lebih dari empat juta unit di dunia. Evolusi yang dilakukan diklaim selalu menghasilkan mobil yang lebih baik dari sebelumnya. Dan kini, All New Grand Cherokee yang diimpor utuh dari Jefferson North Assembly Plant, Detroit, Amerika Serikat, oleh Chrysler Indonesia, hadir dengan kesan kokoh, gagah, dan terbersit nuansa futuristik. Selain itu, desainnya dinilai “lebih ramah” terhadap pasar internasional, bukan hanya berselera Amerika.

Menurut Chrysler, New Grand Cherokee didesain untuk memiliki tubuh yang atletis sekaligus aerodinamis, dengan tidak melupakan ciri khas Jeep, seperti grille depan dengan tujuh slotnya. Berkat desain yang aerodinamis itu, Grand Cherokee kini memiliki nilai aerodinamika (Cd) sebesar 0,37. Hal ini berkontribusi terhadap pengurangan konsumsi bbm.

Selain itu, Grand Cherokee kini memiliki jarak sumbu roda (wheelbase) 2.915 mm atau 134 mm lebih panjang dari Grand Cherokee sebe-lumnya. Akibatnya, tidak ada lagi ruang kaki yang sempit untuk pengendara ataupun penumpangnya, serta posisi duduk yang jauh lebih baik dan fleksibel. Inilah salah satu bentuk penerapan ‘kebijakan’ Grand Cherokee akan lebih ramah untuk pasar internasional tadi.

Mobil yang kami uji adalah varian Grand Cherokee 3.6 Limited, dan diluncurkan di Tanah Air pada Maret 2011 lalu. Di bagian interior, yang didesain oleh Advanced Interior Design Studio milik Jeep, setir palang tiga khas Jeep diperta-hankan, lengkap dengan penghangat setir. Dashboard juga didesain lebih modern dan mampu memberi kesan luas, berkat prinsip minimalis dan sederhana. Namun, beberapa bagian dashboard bahkan seharusnya bisa ditingkatkan kualitasnya.

Meski demikian, kemewahan tetap dihadirkan. Misalnya, jok kulit berpenghangat dengan pengaturan elektronis, lengkap dengan lumbar support adjustment. Ada pula head unit berlayar sentuh dengan fitur uconnect yang mampu memutarkan DVD, CS, MP3, hingga USB. Tak ketinggalan, monitor untuk penumpang belakang, serta sunroof. Untuk urusan safety, mobil ini telah dilengkapi beragam perangkat keselamatan aktif maupun pasif, seperti airbag, ABS, electronic stability control (ESC), electronic roll mitigation (ERM), dan active head restraints. Selain itu, ‘park sense front and rear assist’ dengan menggunakan kamera belakang yang ditampillkan di monitor head unit, berguna saat bermanuver mundur ataupun saat bergerak di tempat sempit. Meskipun terkadang, di jalanan kota yang sibuk dan padat, park sense yang mengandalkan sensor di bumper depan dan belakang juga menjadi ikut ‘sibuk’. Fitur ini bisa dinonaktifkan dengan menekan tombol di dashboard. Saat melaju di atas 40 kpj, sensor berfungsi memberi peringatan blind spot.

Performa & Pengendaraan
Kami tidak akan berbicara banyak mengenai interior, sebab biar bagaimana pun, Jeep mendesain Grand Cherokee sebagai sebuah SUV mewah. Tapi, kami bisa berbicara banyak mengenai bagaimana mobil yang juga berbagi platform dengan Mercedes-Benz M-class yang akan segera diluncurkan ini, berperilaku di jalan raya, ataupun medan off-road.

Grand Cherokee dibekali mesin V6 berkapasitas 3,6 liter dengan mekanisme katup DOHC. Tenaganya mencapai 280 hp dengan torsi 353 Nm pada 4.800 rpm. Mesin ini benar-benar baru dan diklaim 11% lebih irit ketimbang mesin V6 sebelumnya. Jeep juga mengklaim mesin ini menenggak bahan bakar 8,0 kpl (kombinasi dalam dan luar kota). Saat kami uji, angka yang tertera di multi information display (MID) adalah 7,1 kpl (kombinasi).

Sayangnya, bobot yang mencapai dua ton, membuat akselerasi terasa biasa saja. Suara mesin menderu halus bersamaan dengan semakin meningkatnya kecepatan. 
Transmisi otomatis memiliki lima tingkat percepatan dan perpindahannya memang terasa akurat dan halus di setiap tingkat percepatan. Bahkan, saat melibas medan off-road sekalipun. Namun, saat menggunakan mode manual, perpindahan gigi terasa lambat, seolah ‘electronic torque converter’ berpikir lebih lama untuk memin-dahkan gigi.

Mengendarainya di jalan bebas hambatan terasa menyenangkan, berkat suspensi yang disebut Short/Long Arm (SLA) di depan, dan multilink di belakang. Suspensi udara (pada versi 5,7 liter) adalah yang pertama kalinya disematkan pada Grand Cherokee. Saat pengaturan ‘select-terrain’ diletakkan di ‘auto’, suspensi terasa agak limbung, tapi masih dapat ditole-ransi. Geser saja tuas pengaturan ke posisi ‘sport’, suspensi akan sedikit mengeras, dan gejala limbung tadi dapat dieliminasi.

Puas berkendara di jalan bebas hambatan, Grand Cherokee kami arahkan ke pertambangan batu di Kabupaten Bogor. Gunung batu yang terbelah akibat pertambangan menjadikan tempat ini cocok untuk mengajak Grand Cherokee bermain. Meskipun pada awalnya kami agak ragu dengan ban dan velg yang menurut kami hanya cocok di kota, namun ternyata keraguan itu tidak terbukti. Batu, pasir, bahkan lumpur bisa dilewati dengan mudah. Saat melahap tanjakan berbatu, overhang yang pendek dan radius putar yang kecil membantu keleluasaan bergerak di medan seperti ini.

Mudahnya Grand Cherokee melibas lintasan off-road bebatuan dibantu juga oleh sistem all-wheel drive (AWD) Quadra-Trac II. Quadra-Trac II dilengkapi sensor elektronik untuk mendeteksi roda yang akan kehilangan traksi sedini mungkin, dan melakukan koreksi dengan menyalurkan tenaga ke roda yang memiliki traksi paling banyak. Pada versi Grand Cherokee 5.7 Overland (varian tertinggi) dibantu juga oleh sistem ‘quadra-drive’ dan ‘quadra-lift’.

Jujur, Grand Cherokee bermesin Pentastar 3,6 liter V6 ini memang cukup menyenangkan dengan segala kelebihannya. Kekurangannya hanya ada pada akselerasi dan lambatnya transmisi saat digunakan di mode manual. Bagi kebanyakan pengguna Grand Cherokee yang diperkirakan akan lebih banyak memacunya di dalam kota, performanya cukup dan tidak berlebihan. Begitu pula jika ingin menempuh jalanan off-road, Grand Cherokee mampu meladeni dengan baik. Namun, jika Anda tetap merasa kurang, Grand Cherokee bermesin HEMI 5,7 liter V8 siap untuk dipinang.
Indra Alfarisy, Anugerah Djohar
Foto: Arif H.



 

| More
Name
Email
Comment
 
Validation
 
COMMENTS
 
THIS MONTH EDITION
ON THE COVER

Audi A8 Hybrid
SUV dari Bentley
DRIVE :
New Toyota Yaris
New Dodge Journey
Subaru BRZ

ROAD TEST
Nissan Juke. Crossover yang dirilis di awal Juni 2
Kehadiran Smart Fortwo-dengan bentuk yang unik-cuk
BMW X5 merupakan SUV perdana racikan manufaktur Ba
Desain generasi kedelapan dari Honda Accord ini ta
Everest VS Pajero
teaser
Perhatikan Kondisi Rel P
teaser
Memasuki penghujung tahun, ikl
teaser
Kehadiran duet Ford Everest da
teaser
Kehadiran Toyota Vios pada tah
Asus meluncurkan seri ET2700 All in On...
Bertempat di gedung Oktagon, Gunung Sah...
Sebagai sebuah bentuk kegiatan CSR PT Br...
JAKARTA (25/1) Setelah sukses menggelar ...
 
About Us | Contact Us | Subscribe | Advertise | Recommended Links | Terms & Conditions

MRA MEDIA GROUP - AUTOCAR INDONESIA
Copyright © 2009