LATEST REVIEW
|
|
|
A6 3.0 TFSI quattro Kami berkesempatan menguji A6 3.0 TFSI quattro di sirkuit Sepang, Malaysia atas und |
|
|
Joker Face
Berwajah unik dan siap mengganggu lawan di kisaran Rp 250 juta.
Ingatkah Anda dengan wajah Joker, karakter fiksi kartun yang diciptakan DC Comic sebagai musuh bebuyutan Batman? Ya, itulah sekilas kesan kami saat melihat wajah Nissan Juke di pelataran parkir hotel Hard Rock Bali, Kuta, pada 16 Mei 2011 lalu. Juke dilahirkan dari sebuah studio desain Nissan di Eropa, dan PT Nissan Motor Indonesia (NMI) telah merakitnya (CKD) di pabrik Nissan di Cikampek, Jawa Barat.
Desain Juke terbilang berani untuk pasar Indonesia. Sebab, paras seperti Joker itu tidaklah lazim, bila dibandingkan dengan paras pesaingnya, seperti Kia Sportage yang manis dan futuristis, Hyundai Tucson yang menggoda, Honda CR-V yang elegan, atau Suzuki Grand Vitara yang tegas dan gagah. Kami pun sudah memiliki opini mengenai desain Juke: konsumen bisa suka sekali atau tidak sama sekali.
Nissan menyebut Juke sebagai perpaduan SUV dan ‘compact sport coupe’, serta menempatkannya sebagai generasi baru dengan julukan ‘compact sport crossover’. Berkat penerapan desain yang terinspirasi dari kata ‘robotic’ dan ‘biotic’, dihasilkan ‘Robiotic’, sebuah istilah Nissan untuk konsep desain Juke.
Tampak muka maupun belakang Juke terinspirasi dari desain Nissan Z-car atau Fairlady. Hal ini bisa dilihat dari desain lampu belakang model bumerang (senjata khas suku Aborigin) dan juga digunakan Nissan 370 Z. Sedangkan desain grille menyerupai Murano, serta konsep lampu depan bertingkat datang dari fog lamp mobil reli Nissan 240 Z. Tak heran jika aneka kolaborasi desain yang hadir pada diri Juke membuat crossover berplatform B tersebut tampil maskulin, tetapi tetap dinamis layaknya sebuah coupe.
Masih ada keunikan lain pada eksterior Juke, yaitu pegangan pembuka pintu yang tersembunyi di pilar kaca belakang, sehingga Juke seperti tidak memiliki pintu belakang bagai sebuah coupe dua pintu. Saat kami masuk ke dalam kabin, desain interior Juke tidak terlalu ‘heboh’ seperti eksteriornya. Justru kami suka dengan layout kabin berwarna kombinasi antara hitam di dashboard, trim pintu, serta jok dengan warna ‘gun metallic’ di konsol tengah yang mirip tangki bensin motor.
Kami mengemudi Juke dengan rute pantai Kuta– Bedugul–Pecatu. Jantung mekanisnya bensin berkode HR15DE, bertenaga 114 hp pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 150 Nm pada 4.000 rpm. Basis mesin ini serupa milik Livina. Namun pada Juke, Nissan memperbaharui mesin ini dengan imbuhan teknologi injektor ganda per silinder dan ‘dual variable valve timing’ (CVVT) untuk intake dan exhaustnya, sehingga konsumsi bahan bakarnya lebih hemat, dan itu telah kami buktikan pada layar MID (multi information display) di cluster meter menunjukkan 11,6 kpl.
Depot daya 4-silinder segaris berpenggerak roda depan ini bersanding dengan transmisi X-tronic CVT generasi terbaru, yang mampu melayani berbagai karakter pengemudi Juke, walaupun akhirnya dipersempit oleh Nissan menjadi tiga karakter. Berkat teknologi bernama I-CON (integrated control system), kita bisa memilih karakter pengendaraan Normal untuk sehari-hari dan di semua jenis jalan, Sport untuk nuansa mengemudi agresif, serta Eco untuk gaya berkendara efisien.
Dampak dari hadirnya menu pilihan mengemudi (Normal, Sport, dan Eco) membuat kita lebih mudah menyesuaikan antara mesin dan keinginan saat itu. Walaupun sebenarnya ketiga mode itu bisa meraih putaran mesin tertinggi saat pedal gas diinjak habis, namun pembedanya adalah mekanisme naiknya rpm dan respon dari CVT serta ECU. Pengujian lengkap akan kami dilakukan di rubrik Road Test.
Secara umum, respon kemudi Juke cukup baik. Dan ini berkontribusi pada kemampuannya saat melahap tikungan. Suspensinya cukup nyaman, walau sedikit kaku.
Terakhir yang kami sukai dari crossover berwajah lucu ini adalah gadget yang juga berfungsi sebagai head unit in dash 7-inci. Sistem hiburan multimedia berbasis operation system (OS) ini memiliki menu hiburan digital yang cukup lengkap: radio, music, video, internet via wi-fi, dan ipod. Sedangkan sumber pemutar lagu maupun video harus melalui format digital berupa SD card atau flash disk USB. Untuk internet harus memakai modem portable wi-fi.
Walau kabin belakangnya terlihat sempit, namun justru lapang untuk tiga penumpang dewasa, berkat dimensi lebar 1.765 mm yang di atas rata-rata mobil di Indonesia. Bahkan, untuk menyulap kapasitas bagasi menjadi 830 liter, cukup dengan melipat jok belakangnya.
Sejatinya, Juke tidak memiliki lawan sebanding dengan harga Rp 250 juta di Tanah Air. Pihak NMI membekali varian tertinggi Juke (RX) ini dengan fitur lampu xenon dengan penyetelan otomatis, keyless entry dengan kunci pintar plus immobilizer, spion yang bisa terlipat otomatis, sensor parkir, tailpipe krom, serta fitur keselamatan berupa dual airbags serta ABS+EBD+BA. Wajar bila tergoda...
Akbar Bakti
Foto: Akbar Bakti
Kami Suka
-Mesin 1,5 liter yang ekonomis
-Pengendalian dan pengendaraan
-Fitur multimedia
Kami Tidak Suka
-Head room belakang terbatas
-Bonnet depan agak tinggi, sulit memantau saat parkir
|