Porsche Cayman 2.9 PDK
Posting date 26-08-2010

 

 

 

LATEST REVIEW
Smart Fortwo Brabus
Produk mobil berlogo ‘tiga  intang dalam lingkaran’ memang kerap d
A6 3.0 TFSI quattro
Kami berkesempatan menguji A6 3.0 TFSI quattro di sirkuit Sepang, Malaysia atas und
Toyota Grand New Kijang Innova
Menikmati sebuah produk baru bukan melulu mencoba performanya di atas aspal. Dengan

Mobil Sport Harian Sejati

Ini dia mobil sport dengan pengendalian terbaik, plus konsumsi bahan bakar yang masuk akal.

Mencari mobil sport yang cocok dengan lalu lintas harian di Jakarta tidaklah mudah. Karakternya yang cenderung “beringas” membuat pengendaraan mobil ini di tengah kepadatan jalanan sedikit menyulitkan. Namun, Porsche Cayman yang satu ini bisa tampil beda. Menurut sang pemilik, alasan terkuat ia memilih mobil ini adalah tawaran pengendaraannya yang lebih bersahabat dengan lalu lintas perkotaan sehari-hari. Tak ayal, yang dipinang adalah Cayman 2.9 PDK ketimbang varian terkuatnya, Cayman S 3.4.

Saat menghadapi kepadatan lalu lintas di pusat kota Jakarta, mobil bertenaga 265 hp pada 7.200 rpm dan torsi puncak 300 Nm pada 4.400--6.000 rpm ini terasa tenang. Tenaga yang disalurkan ke roda belakangnya tak terasa meledak-ledak seakan mengajak berlari. Cukup tempatkan tuas di posisi D, maka transmisi otomatis 7-speed dengan kopling ganda ala Porsche (Porsche Doppelkupplung/PDK), seakan menuruti kemauan pengemudi.

Namun, saat menemukan ruang lapang di jalan bebas hambatan, injak habis pedal gas, dan transmisi PDK-nya akan langsung memilihkan gear yang terbaik untuk mendapatkan akselerasi tercepatnya. Klaim Porsche, Cayman 2.9 PDK ini menempuh 0–100 kpj dalam 5,5 detik saja. Saat kami uji di sirkuit, kami memang hanya meraih angka 6,1 detik.

Dan sekali lagi, keberanian itu didukung penuh kemampuan istimewa Cayman dalam mengendalikan tubuhnya. Ya, reputasi Porsche sebagai peracik mobil berpengendalian terhebat di dunia patut disetujui. Posisi mesin di antara jok dan axle belakang (mid-engine) memberi kontribusi keseimbangan pengendalian Cayman. Saat melakukan berbagai manuver, seperti perpindahan jalur saat menyusul atau pun melibas tikungan cepat di sirkuit uji, mobil ini seakan menempel di atas aspal. Saat kondisi pengendalian yang ekstrim mulai terjadi, hal ini langsung terbaca oleh 'Porsche stability management' (PSM), dan melakukan intervensi untuk kembali menyeimbangkan mobil.

Pada mobil yang kami uji, juga telah dilengkapi 'sport chrono package plus', di mana terdapat dua pilihan mode pengendaraan, yaitu Sport dan Sport Plus. Pada mode Sport, komputer pada mobil memberikan respon pedal akselerator yang lebih responsif dan toleransi batas putaran mesin lebih tinggi untuk perpindahan gear. Tak hanya itu, komputer juga akan mengatur PSM untuk mengintervensi bantuan pengendalian lebih lambat dibandingkan dalam mode pengendaraan Normal.

Sementara pada mode Sport Plus, komputer mengatur proses perpindahan gear menjadi lebih agresif dan satu hal yang menyenangkan untuk dicoba, adalah adanya mode Launch Control. Hal ini membuat saat berakselerasi menjadi begitu menyenangkan untuk dirasakan. Caranya, injak pedal rem dengan kaki kiri, kemudian injak pedal gas hingga rata dengan lantai, dan biarkan putaran mesin berteriak hingga 6.500 rpm. Saat display di panel instrumen bertuliskan 'Launch Control Ready', lepas kaki kiri dari pedal rem, dan tubuh Anda akan terhempas ke kursi saat jarum speedometer Cayman menunjuk ke angka yang semakin tinggi dengan cepat.

Di luar pengendaliannya yang hebat, mobil ini bisa dibilang memberikan redaman suspensi yang cukup nyaman saat menghadapi kondisi permukaan jalan di Indonesia. Namun, saat menghadapi kondisi jalan buruk yang sporadis, mengemudikan mobil ini terasa melelahkan.

Hal lain yang cukup mencengangkan dari Cayman ini adalah soal konsumsi bahan bakarnya yang relatif irit. Dalam perjalanan kembali ke Jakarta di sore hari dan menghadapi kemacetan, layar MID menyebutkan bahan bakar yang dikonsumsi sepanjang perjalanan sejauh + 75 km, hanyalah 8,3 kpl.
Budityas
Foto: Adji


Keunggulan
- Pengendalian
- Konsumsi bahan bakar
- Kenyamanan sebuah sport car

Kekurangan
- Tanpa bangku belakang
- Kebisingan jalan
- Beberapa tuas plastik tampak murah

Data & Fakta
Harga        Rp 1,8 Milyar (estimasi)
Mesin        Flat-6, 2.893 cc
Tenaga      265 hp @ 7.200 rpm
Torsi          300 Nm @ 4.400–6.000 rpm
Transmisi  Otomatis, 7-speed, PDK (kopling ganda)
0-100 kpj   5,5 detik (klaim), 6,1 detik (uji)
Konsumsi BBM    11,0 kpl (kombinasi, klaim), 8,3 kpl (kombinasi, klaim)

| More
Name
Email
Comment
 
Validation
 
COMMENTS
 
THIS MONTH EDITION
ON THE COVER

Safety by Budget, New Honda NSX, Komparasi New BMW Seri 3 vs Mercedes Benz C-class Plus Kisah Alex Zanardi Road Test Daihatsu All New Xenia dan Mazda MX-5, Perkenalan Autocar Asian Car of The Year

ROAD TEST
Nissan Juke. Crossover yang dirilis di awal Juni 2
Kehadiran Smart Fortwo-dengan bentuk yang unik-cuk
BMW X5 merupakan SUV perdana racikan manufaktur Ba
Desain generasi kedelapan dari Honda Accord ini ta
Everest VS Pajero
teaser
Perhatikan Kondisi Rel P
teaser
Memasuki penghujung tahun, ikl
teaser
Kehadiran duet Ford Everest da
teaser
Kehadiran Toyota Vios pada tah
Sebagai sebuah bentuk kegiatan CSR PT Br...
JAKARTA (25/1) Setelah sukses menggelar ...
JAKARTA (10/1) – PT Honda Prospect...
Jakarta- Setelah melaksanakan acara di T...
 
About Us | Contact Us | Subscribe | Advertise | Recommended Links | Terms & Conditions

MRA MEDIA GROUP - AUTOCAR INDONESIA
Copyright © 2009