New Full Size Accord 2.4
Posting date 30-06-2011

 

 

 

 

LATEST REVIEW
Mazda CX - 5 Touring
Sarat dengan teknologi dan harganya kompetitif.
Porsche Boxster S
Entry level Porsche berbenah. Dan Sepertinya berhasil
Hyundai Santa Fe CRDi
Rasa global dengan mesin yang hebat.

NEW FULL SIZE ACCORD 2.4

Model Uji: Accord 2.4L VTi-L AT
Harga: Rp 481.500.000
* Tenaga 180 hp
* Torsi  225 Nm
* 0-100 kpj  12 detik 
*Konsumsi BBM  10,5 kpl (kombinasi)
* 80-0 kpj 28,6 m (2,6 detik)

Kami suka

Akurasi kemudi, performa
Kami tidak suka
Karakter suspensi, MID

Desain generasi kedelapan dari Honda Accord ini tampil cukup berbeda ketimbang generasi sebelumnya. Secara keseluruhan, rancang bangunnya terlihat agak mengkotak (boxy). Hal ini terjadi karena Accord memiliki dua versi desain: satu model untuk Jepang, China dan Eropa, sedangkan model lainnya untuk pasar Amerika Utara dan Asia-Pasifik.

Versi yang masuk ke Indonesia diambil dari model kedua. Dengan kata lain, model ini pula yang diperkenalkan Honda untuk negara seperti Australia, New Zealand, Hong Kong, Taiwan, India, Thailand, dan Malaysia. Berdasarkan data dari PT Honda Prospect Motor, ATPM Honda, pada bulan Februari 2011, Accord baru ini terjual 223 unit dan bulan Maret dilepas 237 unit.

New Full Size Accord tersedia dalam tiga varian: tipe 3,5 liter V6 AT, yang dibanderol Rp 708 juta; tipe 2,4 liter VTi-L AT, berbanderol Rp 481,5 juta, dan tipe 2,4 liter VTi AT dengan harga Rp 443,5 juta (Rp 428,5 juta untuk transmisi manual). Semua banderol terserbut adalah harga on the road untuk kepemilikan mobil pertama di Jabodetabek. Model uji kali ini merupakan line up tengah dari jajaran Accord.

DESAIN & REKAYASA

Dengan sumbu roda lebih panjang 30 mm dan panjang bodi bertambah 80 mm dari generasi ketujuh, Accord meluaskan kabin hingga 35 mm (depan-belakang). Perubahan dimensi ini pun menaikkan kelas saloon ini dari mid-size menjadi full-size, menurut U.S. Environmental Protection Agency (EPA), di mana aturannya: mobil dengan sumbu roda lebih dari 2.790 (Accord 2.800 mm) dan panjang hampir 5.000 mm (Accord 4.935 mm) adalah kriteria minimum kelas full-size.

New Full Size Accord mengusung konsep 'Bigger, Better, Bolder'. Maksudnya, mobil ini memiliki ruang yang besar, mesin yang kuat, serta desain yang lebih impresif ketimbang rivalnya. Lihat saja bagaimana dimensi sedan ini terlihat besar dengan panjang 4.935 mm, lebar 1.845 mm, dan tinggi 1.476 mm. Atau dengan kata lain, lebih panjang 110 mm, lebih lebar 25 mm, dan lebih tinggi 6 mm dibanding lawan terdekatnya, Toyota Camry.

Sejatinya, New Accord ini adalah penyempurnaan dari edisi 2008 (tahun pertama dilansirnya generasi kedelapan). Hanya saja, desain grille serta bumper depan, dibuat lebih elegan. Lekukan krom di atas grille dan kisi-kisi dibuat lebih tebal. Desain velg berubah dari 8-multi spoke, menjadi 10-multi spoke. Sementara ukurannya tetap 17 inci, dan dikencani ban Michelin Energy 225/50R17.

Pada eksterior terdapat penambahan ornamen: imbuhan chrome garnish pada lampu rem. Sedangkan spion lipat elektrik, yang dahulu menjadi opsional, kali ini jadi fitur standar. Honda juga masih menerapkan teknologi rangka G-CON+ACETM, serta pedestrian protection di bagian ujung kap mesin.

Sebagai mobil kelas premium, Accord dilengkapi ragam fitur untuk kesenangan berkendara. Misalnya, vehicle stability assist (VSA), yang diklaim mengurangi gejala oversteer ataupun understeer di jalanan licin. Lalu, ada pula fitur variable gear ratio (VGR) demi menaikkan keakuratan dan kelincahan sistem kemudi. 

Model uji kali ini, varian VTi-L, mengusung mesin i-VTEC 2,4 liter, 4-silinder, DOHC, bertenaga 180 hp pada 6.500 rpm dan torsi 225 Nm pada 4.300 rpm. Pihak Honda Prospect Motor mengungkapkan bahwa kadar emisi New Accord seusai standar Euro4.

Daya jantung mekanis lantas disalurkan via transmisi otomatis, electronic controlled 5-speed, ke roda depan. Melalui cara pengendalian elektronis ini, Honda juga menyematkan grade logic control dan shift hold control di rangkaian sistem penggerak. Tambahan dua fitur tersebut diyakini mampu menghasilkan akselerasi halus, perpindahan gigi yang akurat, serta efisiensi bahan bakar yang maksimal.

INTERIOR

Honda menerapkan dashboard melandai dengan tiga undakan. Undakan pertama dipakai untuk menyimpan airbag, sedangkan undakan kedua dan ketiga lebih kepada pelengkap ornamen. Dengan konsep ini, dashboard terlihat lega dan driving view terasa luas. Untuk peranti keselamatan pasif, disediakan dual SRS airbag dan side airbag, ditambah dual pretensioner safety belt dan active headrest.

Lapisan kulit membungkus semua kursi dan doortrim. Di bagian depan, terpasang power seat, lengkap dengan power lumbar support (bantalan punggung yang bisa diatur secara elektris). Fascia berbalut wooden panel yang cukup lebar, memisahkan pengemudi dan penumpang depan. Sementara itu, cluster tengah dipenuhi ragam tombol untuk audio dan AC.

Catatan khusus diberikan untuk ini, di mana semestinya Honda dengan cermat mengintegrasikan semua tombol, sehingga tampilan terkesan minimalis. Lihat saja, bagaimana tombol function untuk radio FM, AM, CD, AUX, TITLE dan CLOCK dibuat terpisah, sehingga memakan banyak tempat. Begitu pula dengan tombol AC berukuran besar. Sementara itu, di layar pada fascia justru tidak banyak informasi yang ditampilkan. Hanya tersedia status audio, posisi air conditioner, serta jam. Data konsusmsi bahan bakar ataupun sisa BBM dan jarak jelajah tidak tertera di sini.

Kekurangan ini lantas ditutupi dengan ragam fitur yang praktis khas Honda. Salah satunya, paddle shift, di mana fitur ini sudah kita temukan pada Honda Jazz dan Honda City, produk yang jauh lebih murah ketimbang Accord. Lalu, cruise control di bagian kanan setir. Sedangkan audio control yang dahulunya di setir bagian kiri, kini dipindah ke belakang. Letaknya tersembunyi di sandaran tengah kursi belakang.

Fitur kabin lainnya untuk menambah kenyamanan: AC dual-zone, ventilasi AC belakang, dan tirai kaca belakang elektrik. Sementara untuk menambah kenikmatan mendengar audio, tersedia speed-sensitive volume compensation (SVC), di mana secara otomatis menyesuaikan volume audio sesuai kecepatan mobil.

Honda juga memasang active noise cancellation (ANC) di bagian peredam. Hanya saja, fitur ini tidak banyak membantu saat mobil melaju di kecepatan tinggi. Gemuruh ban masih terdengar di dalam kabin. Sementara saat idle, keheninganya terbilang baik. Hasil pengukuran dB meter tercatat, 52 dB saat idle (AC off), 55 dB saat idle (AC on), dan 73 dB (AC on di 80 kpj)

PERFORMA

Mengusung jantung pacu bensin, 4-silinder, 2,4 liter, DOHC, spek mekanis Accord (180 hp dan torsi 225 Nm) lebih besar ketimbang Camry 2.4L (167 hp dan 224 Nm). Namun, kalah tipis dari Nissan Teana (182 hp dan 228 Nm) yang memasang mesin V6 berkapasitas 2,5 liter.

Suguhan transmisi otomatis 5-speed di mode D mampu meluncurkan Accord dengan halus. Saat pedal akselerator berteknologi drive by wire dipijak, akselerasi 0-100 kpj ditempuh dalam 12,6 detik. Adapun untuk akselerasi 0-402 meter, Accord perlu 18,6 detik dengan kecepatan 128,4 kpj. Pindahkan ke mode S, ini cocok untuk kita yang menyukai arus adrenalin dan pergantian gear agak sedikit menyentak, mengingat red line dipatok lebih tinggi. Kinerja 0-100 kpj tercatat 12,0 detik dan 0-402 meter dalam 17,8 detik di kecepatan 129,2 kpj di garis finish.

Aktifkan paddle shift di balik setirnya, dan Accord menyodorkan performa gear 2 dan gear 3 secara maskimal. Hal ini terlihat dari selisih catatan waktu yang diberikan, saat kecepatan di gear tersebut. Rangkaian akselerasi menengah 60-80 kpj tercatat 2,9 detik dan 80-100 kpj dalam 3,5 detik.

Sejatinya sebagai saloon, Accord memasang gear ratio lebar. Komposisi rasio akhir 1:4,437, membuat mobil ini cukup tenang di perjalanan jauh. Dari kecepatan jelajah 140 kpj lalu naik menjadi 150 kpj, Accord perlu 3,37 detik. Dari jelajah luar kota terebut, konsumsi BBM tercatat 11,4 kpl. Adapun untuk kombinasi dan dalam kota, masing-masing 10,5 kpl dan 9,6 kpl.

Dibekali cakram berventilasi untuk depan dan cakram konvensional untuk belakang, sistem pengereman dilengkapi dual circuit ABS, EBD, dan BA. Hasilnya, untuk deselerasi 80-0 kpj, Accord berhenti dalam 2,6 detik dengan jarak 28,6 meter.

PENGENDARAAN & PENGENDALIAN

Sepertinya, Accord dirancang bagi mereka yang gemar berkendara. Pengaturan kursi elektrik memudahkan posisi mengemudi. Selain itu, bentuk setir cukup enak dipegang: tidak banyak ornamen di setir, kecuali tombol cruise kontrol. Distribusi bobotnya juga terbilang baik. Hal ini dibuktikan dari akurasi dan pergerakan setir saat diputar. Meski hanya mengandalkan power steering konvensional, sistem hidraulis, tetapi akurasinya menyamai kendali steering elektrik.

Di jalan raya, Accord yang “bongsor” mudah dikendarai. Haluannya tidak menginterupsi gerak mobil saat menikung. Pemasangan strut bar di pangkal suspensi dengan ukuran cukup besar, terbukti memberi sumbangan yang cukup besar terhadap pengendalian. Memiliki lock-to-lock 2,5 putaran, kemudi mobil ini juga lincah di lalu lintas perkotaan.

Suspensi depan menganut independent double wishbone, pegas spiral dan stabilizer. Sedangkan untuk bagian belakang, dipercayakan independent multi link, pegas spiral, serta stabilizer. Satu hal yang perlu diingat, rangkaian kaki-kaki ini sudah konsisten diaplikasi hampir 4-dekade (baca boks: Under The Skin). Hanya saja, aplikasi teknologi ini disesuaikan zaman.

Racikan kedua suspensi terbilang baik di kecepatan rendah dan tinggi. Walaupun ada sedikit body roll, toh pergerakan buritan masih dalam batas toleransi. Hanya saja, saat melintas di permukaan jalan kasar, suspensi belakang agak sedikit keras.

Mobil ini juga dilengkapi shift hold control (SHC) pada transmisinya. Secara spesifik, ketika mobil hendak menikung, maka otomatis transmisi akan turun dari 5 ke 4 kala pedal gas diangkat. Komputer lantas akan menghitung berdasarkan momentum mobil, soal tingkat gear yang ideal. Lalu, mempertahankan posisi gear tesebut. Sehingga, mobil tidak kehilangan daya saat keluar tikungan.

MEMBELI & MEMILIKI

Accord mempunyai sejarah yang panjang di kancah permobilan nasional. Setiap kehadirannya menjadi barometer sedan premium, khususnya produk Jepang. Berada dalam satu ring bersama Toyota Camry dan Nissan Teana, Accord menyuguhkan gaya yang berbeda. Boleh dibilang agak mirip dengan selera Amerika.

Nama besar Honda berdiri di belakang produk ini. Ketersediaan suku cadang, serta layanan after sales, tak usah diragukan lagi. Setiap model Accord mendapat 12 bulan part warranty atau 20.000 km, dan total garansi 3 tahun atau 100.000 km.

Tersedia enam pilihan warna untuk New Full Size Accord, yaitu Polished Metal Metallic, Bold Beige Metallic, Alabaster Silver Metallic, Crystal Black Pearl, Brilliant White Pearl, serta warna terbarunya Urban Titanium Metallic.

UNDER THE SKIN
Sejak tahun 1976, Accord konsisten memasang suspensi double wishbone. Desain suspensi independen ini memakai dua lengan yang mengapit poros roda. Setiap wishbone memiliki dua titik braket di bodi mobil dan satu titik shock absorber. Sementara itu, shock absorbernya sendiri diselimuti pegas spiral. Aplikasi double wishbone memungkinkan gerak roda lebih terkendali, karena kemudahan pengaturan sudut camber dan sudut caster roda.

Suspensi ini memiliki kelemahan soal terbatasnya jarak redaman (shock absober travel), mengingat bentuk lengan (arm) yang digunakan. Mengakali hal ini, Honda membuat dua bentuk arm:
satu model panjang dengan jarak main rendah dan satu arm model pendek dengan jarak main tinggi. Lalu, Honda juga memperbesar ukuran pegas spiral dan menyematkan shock absorber yang lebih panjang.

PENILAIAN AUTOCAR

Hadir dengan penyegaran desain, Accord seolah hendak mempertahankan mahkota saloon premium yang sempat lepas. Model uji bermesin 2,4 liter, 4-silinder, telah disempurnakan dari generasi sebelumnya. Pesona tersendiri ditemukan saat berada di depan kemudi. Menerjemahkan konsep 'unlimietd luxury', Accord berhasil memadukan nilai sportif dan elegan.

Saloon ini juga berhasil menjaga konsistensi ciri khas produk, seperti pemilihan jenis suspensi dan cita rasa interior. Dengan cara ini, benang merah antar generasi tak terputus. Langkah ini juga sepertinya cukup ampuh untuk menjaga loyalitas konsumen. 
 

| More
Name
Email
Comment
 
Validation
 
COMMENTS
 
THIS MONTH EDITION
ON THE COVER

ROAD TEST
Mazda CX - 5 Touring
Sarat dengan teknologi dan harganya kompetitif.
Porsche Boxster S
Entry level Porsche berbenah. Dan Sepertinya berha
Hyundai Santa Fe CRDi
Rasa global dengan mesin yang hebat.
Nissan Juke. Crossover yang dirilis di awal Juni 2
Everest VS Pajero
teaser
Perhatikan Kondisi Rel P
teaser
Memasuki penghujung tahun, ikl
teaser
Kehadiran duet Ford Everest da
teaser
Kehadiran Toyota Vios pada tah
Tissot Racing Touch tak hanya hadir seba...
Jam Tangan IWC
p { margin-bottom: 0.08in; } Produsen j...
Sony Xperia Z akhirnya diperkenalkan PT ...
Suunto, perusahan jam tangan asal Finl...
 
About Us | Contact Us | Subscribe | Advertise | Recommended Links | Terms & Conditions

MRA MEDIA GROUP - AUTOCAR INDONESIA
Copyright © 2009