LATEST REVIEW
|
|
|
Nissan Juke 1.5 CVT Nissan Juke. Crossover yang dirilis di awal Juni 2011 ini boleh dibilang masih meng |
|
|
|
Smart Fortwo Kehadiran Smart Fortwo-dengan bentuk yang unik-cukup menarik banyak mata masyarakat |
|
|
|
BMW X5 xDrive30d BMW X5 merupakan SUV perdana racikan manufaktur Bavaria yang membuat pasar jatuh ha |
|
|
City car yang kembali dari tidur panjangnya.
Model Uji: Spark LT
*Harga Rp 139.000.000 (OTR)
*Tenaga 81 hp
*Torsi 108 Nm
*0-100 kpj 16,5 detik
*Konsumsi BBM 14,9 kpl (kombinasi)
*80-0 kpj 36,1 m (3,4 detik)
Kami suka
Nuansa interior, keleluasaan kabin
Kami tidak suka
Kualitas material, kinerja mesin
Kehadiran All New Chevrolet Spark di ranah city car membawa angin segar soal bentuk dan desain mobil kompak. Bagaimana tidak, kala manufaktur lain melansir mobil dengan basis hatchback yang diperkecil, General Motors (GM) malah mewujudkan konsep yang telah dipendamnya selama hampir lima tahun.
Sebenarnya, kehadiran Spark bukanlah barang baru. Mobil ini sempat diniagakan oleh PT Stars Auto Dinamika --ATPM Daewoo--dan dijual dalam balutan Daewoo Matiz. Dipasarkan dalam kurun tahun 2000 hingga 2004, city car ini menggendong mesin 0,8 liter. Tak lama berselang, PT General Motors Autoworld Indonesia (GMAWI) --setelah GM pusat mengambil alih Daewoo Motors Korea-- Chevrolet Spark generasi kedua meluncur hingga tahun 2007.
Setelah vakum lebih dari dua tahun, pertengahan 2010, PT GMAWI kembali merilis Spark. Tampil dengan bentuk yang agresif dan ataraktif, manufaktur asal Amerika ini mencoba mengisi kekosongan produk yang mereka tinggal. Uniknya, peluncuran Spark juga diwarnai penampilan mobil ini dalam film Transformers 2.
DESAIN & REKAYASA
Evolusi bentuk tubuh Spark menggantikan Matiz bisa dibilang revolusioner. Perubahan dari Matis generasi pertama (yang platformnya ditiru Cherry QQ) lalu ke Chevrolet Spark Mk II (lansiran 2006) dan terakhir Chevrolet Spark ini terlihat sangat jelas. Tidak ada versi facelift antara generasi, GM (General Motors) langsung mengubah total tampilan.
Desain Spark kini jauh lebih atraktif, berkat padauan fender tebal dan kap mesin yang menukik. Grille berhias nuansa Chrome terbelah dua oleh logo Bowtie berwarna emas. Headlamp tampil menyatu dengan kap mesin, menguatkan kesan agresif. Menurut GM, desain bagian haluan ini terinpirasi tampang si kucing besar asal Afrika, Cheetah. Meski didominasi bentuk segitiga, toh GM mengklaim bahwa Spark cukup ramah untuk pejalan kaki, bila terjadi benturan.
Ada catatan soal desain, di mana handle pintu belakang menyatu pada pilar C. Dengan begitu, Spark tampil layaknya mobil coupe. Selain itu, tubuh Spark juga terlihat “klimis”, berkat minimnya garis lekuk bodi dan onamen lainnya.
Pada bagian belakang tertanam 'high mounted rear lights'. Kombinasi lampu belakang yang dipasang tinggi ini didesain agar nyala stop lamp lebih mudah dilihat oleh kendaraan di belakangnya. Kaca belakang yang dilengkapi wiper, juga fitur anti kabut, memberi kenyamanan berkendara di tengah hujan.
Dimensi bodi Spark terbaru ini memiliki panjang 3.640 mm, lebar 1.597 mm, dan tinggi 1.522 mm, serta sumbu roda 2.375 mm. Artinya, dibanding dibanding rival teredekanya --Suzuki Spash dan Hyundai i10-- Spark lebih pendek 75 mm dari Splash, namun 75 mm lebih panjang dari Hyundai i10. Spark juga kalah lebar 83 mm dari Splash, tetapi lebih lebar 2 mm dari i10. Sedangkan tingginya, Spark menjadi yang terendah, dengan selisih 96 mm dari Splash dan 18 mm dari Hyundai i10.
Selain mengubah bentuk Spark, kapasitas mesin juga ikut bertambah. Dari semula 0,8 liter (Matis), menjadi 1,0 liter (Spark Mk II), hingga Spark terbaru yang berkapasitas 1,2 liter.
Di Eropa, city car ini memiliki dua pilihan mesin, yaitu 1,0 liter dan 1,2 liter. Namun, di Indonesia, GM hanya meniagakan Spark dengan kapasitas 1,2 liter, 4-silinder segaris, bertenaga 81 hp pada putaran mesin 6.400 rpm dan torsi 108 Nm di 4.800 rpm. Daya tersebut lantas disalurkan via transmisi manual 5-speed ke roda depan. Sementara itu, peredaman suspensi dipercayakan pada McPherson strut di depan dan torsion beam di belakang.
INTERIOR
Jika di bagian eksterior Spark tampil klimis, tidak demikian untuk sektor kabinnya. Menyelerasakan desain agresif dan atraktif, sebuah list merah terang melintang mulai darai fascia hingga sisi doortrim. Bungkus fabric berhias corak garis-garis tipis berwarna merah, tampil kontras dengan kelir hitam bantalan kursi.
Dengan wheelbase yang lebih panjang 15 mm ketimbang Splash dan lebih pendek hanya 5 mm dari Hyundai i10, Spark mampu memberi kelegaan pada leg room dan headroom. Efek wheelbase yang panjang juga berpenagurh pada volume bagasi. Tercatat 233 liter (saat kursi tegak) dan naik menjadi 568 (kursi baris kedua rebah). Bandingkan dengan Splash, di mana saat kursi belakang tegak, 213 liter dan saat kursi terlipat, 562 liter.
Sayangnya, bagasi bervolume besar itu tidak memiliki akses yang bagus. Musababanya, sepasang speaker belakang dipasang menggantung di pilar C. Padahal, di sisi kiri dan kanan bagasi, masih terdapat celah untuk menaruh speaker.
Satu hal yang menarik dari kabin Spark adalah bentuk dan posisi speedometer yang berbeda ketimbang kompetitornya. Informasi mengenai kecepatan, putaran mesin, bahan bakar, dan temperatur ditampilkan di dua layar LCD bulat secara digital pada meter cluster yang tidak terintegrasi dengan dashboard.
Keberadaan speedometer unik yang menyembul di balik lingkar kemudi ini dikemas apik, sehingga kompartemen dashboard terlihat lebih rapih. Namun, karena indikator putaran mesin hanya berbentuk garis-garis yang bertambah bila putaran mesin naik, agak repot untuk menjadikannya patokan perpindahan gigi, ketimbang indikator putaran mesin dengan indikator jarum dan angka. Chevrolet juga apik menata panel intrumen, tuas, dan tombol di konsol tengah.
PERFORMA
Dibekali jantung mekanis yang bertenaga 81 hp dan torsi 108 Nm, Spark cukup mumpuni untuk kinerja di dalam kota. Tercatat pengujian akselerasi 0-100 kpj, Spark menorehkan 16,5 detik, masih kalah dibanding Splash yang berada di kisaran 14 detik. Adapun akselerasi 0-402 meter, Spark perlu 21,8 detik. Angka ini terbilang tidak terlalu ketinggalan, mengingat memang kebanyakan city car berkutat di kisaran 20 detik.
Untuk saat ini, Spark baru dibekali satu jenis transmisi, yaitu 5-speed manual. Ditilik dari komposisi antar gear, Spark memiliki tarikan awal yang kuat (rasio gear 1st 3,539) dan cukup baik di kecepatan menengah (gear 2nd 1,864, 3rd 1,242, 4th 0,974) di mana kita lihat bahwa selisih angka rasio di bawah satu digit. Artinya, Spark cekatan di kecepatan rendah, namun tidak cukup gesit saat melesat di kecepatan tinggi. Ini hal yang wajar bagi sebuah city car, mengingat penggunaannya yang banyak melintas lalu lintas padat.
Hasil pengujian juga memberikan catatan yang moderat, terutama untuk kecepatan menengah, di mana 40-80 kpj dalam 8,7 detik, dan 60-100 kpj dalam 13,5 detik. Agaknya, rasio tenaga terhadap bobot dari Spark senilai 59,1 hp/ton terasa kurang mamapu meberikan kontribusi performa.
Fitrahnya sebagai city car juga membuat Spark terasa kurang “bernapas” di lintasan menanjak yang curam. Raungan mesin perlu bekerja hingga diatas 4.000-5.000 rom. Alhasil, untuk menjaga momentum kecepatan saat menyusul atau menghadapi tikungan, perlu kelihaian memainkan tuas transmisi. Bagusnya, tuas transmisinya cukup enak digunakan. Pergerakannya ringan dan jaraknya singkat antar perpindahan gear, membuat proses distribusi daya menjadi akurat.
Rangkaian penghenti laju dengan komposisi cakram ventilasi (depan) dan drum (belakang) mengantarkan Spark berdeselerasi 80-0 kpj dalam 36,1 meter dan waktu 3,4 detik. Angka yang terbilang baik, di mana standarisasi untuk city car berkutat di 50 meter. Hanya saja, Spark belum bisa menandingi kemampaun Splash, meski keduanya tidak dilengakpi ABS. Splash mencatat 80-0 kpj dalam 26,6 meter dan waktu berhenti 2,5 detik.
PENGENDARAAN & PENGENDALIAN
Menghadapi kondisi jalan di Tanah Air yang bergelombang, Chevrolet tampaknya perlu berkompromi antara kenyamanan dan daya tahan suspensi. Peredamannya yang terasa keras saat menghadapi lubang-lubang di sepanjang perjalanan, harus diterima demi mendapatkan daya tahan yang lebih baik untuk suspensinya.
Spark menutupi kelemahan ini dengan memberi kualitas pengendalian yang baik. Meski rangkaian steering masih model hidraulik, toh akurasi setirnya cukup mumpuni. Gejala body roll tampak mimin, saat mobil menikung. Hanya saja, pemakaian ban berukuran 155/70 R14 terasa kurang mengigit, terlebih kala mobil berada di lintasan basah. Kami merasa Spark perlu melebarkan telapak rodanya.
Sebagai mobil perkotaan, Spark memiliki jajaran pedal yang ringan saat dioperasikan. Catatan khusus diberikan soal pedal, terutama pedal kopling. Bagi mereka yang baru pertama kali menginjak pedal kopling mobil ini, akan terasa bahwa pedal yang terlalu ringan seolah tak tersambung dengan rangkaian. Begitu pula dengan proses melepasnya.
Hal unik lainya, pedal kopling juga dapat dicongkel dengan kaki, meski bukan untuk mengoperasikan perpindahan gear. Sekilas, mengira bahwa pedal akan copot. Tapi, cara ini ditempuh oleh GM untuk antisipasi agar pedal tidak tersangkut karpet.
Catatan lain yang cukup menganggu kenyamanan berkendara, yaitu ground clearance. Spark hanya berjarak 132 mm dari tanah. Artinya, Anda perlu berhati-hati saat mobil berada di lintasan berlubang atau bergelombang,
MEMBELI & MEMILIKI
Spark menawarkan delapan pilihan warna memikat: Carbon Flash Metallic, Switch Silver Metallic, Moroccan Blue Metallic, Green Cocktail Metallic, Ice Teal Metallic, Coconut Champagne Metallic, Misty Lake Metallic, Super Red, dan Olympic White.
Untuk varian mesin, baru tersedia satu pilihan, 1,2 liter. Begitu juga untuk sistem transmisinya, 5-speed manual. Hanya saja, GMAWI (General Motors Autoworld Indonesia) selaku ATPM menyediakan juga versi modifikasi dari versi transmisi manual itu. Diberi nama varian Spark Transformatic, model yang lebih mahal Rp 8 juta ini dapat dipilih sistem pengoperasianya: semi-otomatis atau manual (baca boks Under The Skin).
Pihak GMAWI juga memberi garansi 3 tahun tanpa batasan kilometer dan layanan Customer Assistance Center 24H (CAC) untuk menangani mobil saat trouble shooting. Tidak hanya itu, ATPM ini juga menawarkan ragam pilihan aksesori untuk mempercantik Spark, untuk luar dan dalam. Salah satu aksesori yang cukup memikat, yaitu velg dan ban perfoma tinggi. Ditawarkan dalam ukuran 7x17 inci, peranti yang mampu menaikkan utilitas ini dibanderol sekitar Rp 10 jutaan per set.
UNDER THE SKIN
Spark untuk pasar Indonesia ditawarkan pula dalam varian Transformatic. Pada model ini, transmisi dapat diubah menjadi semi-otomatis melalui tombol yang terletak di konsol tengah. Saat beroperasi dalam mode semi-otomatis, lampu hijau di tombol akan menyala dan pedal kopling sudah tidak perlu diinjak.
Cukup menarik bukan? Tapi, perlu diingat, bahwa perpindahan gear tetap dilakukan secara manual. Caranya, dengan menekan tombol berwarna merah pada tuas transmisi, lalu pindahkan ke posisi gigi yang diinginkan.
PENILAIAN AUTOCAR
General Motors Autoworld Indonesia (GMAWI) optimis bahwa Spark mampu memikat konsumen di Indonesia. Alasannya, jika secara global Spark bisa diterima oleh pasar dunia, mengapa tidak untuk di Tanah Air. Rasa percaya diri juga ditopang oleh data penjualan All-New Chevrolet Spark di Eropa yang telah terjual sebanyak 96.710 unit sejak dirilis (data hingga April 2010).
Chevrolet menyadari bahwa bermain di kelas city car, akan berhadapan dengan manufaktur Jepang dan Korea, yang di mata publik Indonesia lebih kuat citranya di kelas mobil kecil, ketimbang merek Amerika. Menyiasatinya, GM lantas menawarkan harga yang lebih ekonomis dan garansi produk yang lebih fleksibel.
|