|
|
|
Varian terendah Innova pun menawarkan kenyamanan lebih baik. Model Uji Toyota Kijang innova 2.5 E D-4D AT * Harga Rp 186.050.000 * Tenaga 102 hp * Torsi 200 Nm * 0-100 kpj 20,7 detik * Konsumsi BBM 15,3 kpl
Kami suka * Kenyamanan di dalam kabinnya * Konsumsi bahan bakarnya
Kami tak suka * Mesinnya yang berisik * Pengendaliannya yang canggung
Di kelas mobil keluarga bermesin diesel, Toyota Kijang Innova memang hanya dihadapkan dengan Isuzu Panther sebagai kompetitor kuatnya. Reputasi Panther sebagai pelopor kendaraan keluarga bermesin diesel mulai terganggu sejak kemunculan Kijang generasi keempat yang juga menawarkan mesin diesel. Kini, Kijang Innova bahkan melangkah lebih jauh dengan tawaran desain yang lebih baik dibandingkan Panther. Dan usai Innova mempercantik diri di medio Agustus 2008, artinya sudah satu tahun mesin diesel yang diusung Innova membuktikan kiprahnya di Indonesia.
Tak hanya soal dapur pacu, Toyota juga meningkatkan tawaran kenyamanan bagi varian Innova yang hadir di Indonesia. Bahkan, varian terendah dari Innova (E) kini telah menjadikan penyejuk kabin double blower sebagai kelengkapan standarnya. Tak dipungkiri kelengkapan inilah yang memang sejak dulu menjadi salah satu permintaan favorit para konsumen mobil keluarga.
Desain & Rekayasa Kijang generasi kelima ini punya sentuhan desain global Toyota yang tampil modern. Kijang Innova juga bisa ditemui di negara lain di ASEAN, Timur Tengah, hingga Amerika Latin. Secara sekilas, kita akan menemui kemiripan desain pada wajah baru Innova dengan sang adik, Avanza. Bentuk bumper depan berubah total dengan desain air dam yang lebih lebar dan memberikan kesan lebih dekat ke tanah. Grille lama juga diganti dengan model baru, berdesain V-shape, sehingga wajahnya terlihat lebih mewah dan modern.
Sejatinya, Innova memang disiapkan sebagai kendaraan keluarga yang tangguh dan sesuai dengan kondisi di Indonesia. Karenanya, kami tak meragukan bahwa platform chassis ladder frame cukup tangguh untuk menghadapi kondisi jalan dan medan bergelombang yang tersebar di Indonesia. Mesin diesel 2KD-FTV, berkapasitas 2.494 cc, DOHC, berteknologi D-4D (Direct 4-Stroke Diesel Turbo Commonrail) lebih ramah lingkungan karena menekan emisi gas buang tanpa mengurangi optimalisasi hasil pembakaran dan efisiensi termal. Pada Innova diesel bertransmisi otomatis, torsi maksimal mencapai 260 Nm pada 1.600–2.400 rpm, sementara pada Innova bertransmisi manual, torsi puncaknya 200 Nm pada rentang putaran mesin yang lebih lebar, 1.400–3.200 rpm. Menurut pihak Toyota, hal ini terjadi karena gear ratio transmisi otomatis lebih rapat, sehingga torsi mesin perlu ditingkatkan agar performanya tetap optimal. Perubahan dilakukan pada ECU dengan mengatur volume dan waktu penyemprotan bahan bakar.
Interior Posisi jok pengemudi dan penumpang depan memberikan ruang gerak yang sangat baik. Jok penumpang depan bisa digeser jauh ke belakang, tanpa terlalu banyak mengganggu duduk penumpang baris kedua. Lebar interior juga memberi keleluasaan ruang bahu untuk tiga penumpang dewasa yang duduk di satu baris bangku. Pada varian E, pengaturan posisi berkendara hanya bergantung pada penyetelan sudut ketinggian lingkar kemudi, namun posisi duduk sudah cukup tinggi. Pada varian G dan V, Toyota telah melengkapi Innova dengan pengatur ketinggian bangku.
Hal istimewa yang mendongkrak kenyamanan kabin Innova E adalah adanya kisi penyejuk udara di atas bangku baris kedua dan ketiga (double blower) sebagai kelengkapan standar. Di bangku baris ketiga juga telah disematkan sabuk keselamatan yang tidak dimiliki oleh rival sekelasnya. Namun, satu hal yang tampak kuno pada Innova E adalah sistem audio-nya yang masih menyuguhkan pemutar kaset plus radio dengan empat speaker saja.
Performa Saat Anda merasakannya pertama kali, akan terasa putaran bawah Innova diesel tak memberikan responsivitas setajam Innova bensin. Meski begitu, berkat limpahan torsinya, mobil ini memberikan kekuatan yang istimewa pada performa yang ditunjukkannya. Saat berkendara di gear tiga, suguhan puncak torsinya yang tersedia mulai 1.400 rpm hingga 3.200 rpm menjadikan Anda tak perlu repot memindahkan tuas transmisi saat melumat tanjakan.
Satu hal yang juga tidak didapatkan pada Innova E adalah sistem pengereman dengan dukungan anti-lock braking system (ABS). Toyota hanya menyediakan ABS pada Innova tipe V. Saat kami mencoba rem tipe E, dapat menghentikan laju Innova dari 80 kpj hingga berhenti dalam 2,7 detik. Performa pengereman yang baik itu didukung sistem LSPV (Load Sensing Proportioning Valve) yang cukup membantu kinerja pengereman saat beban angkut maksimum.
Pengendaraan dan Pengendalian Keterbatasan pengaturan posisi duduk pengemudi tak menjadi persoalan berarti karena posisi duduk yang cukup tinggi. Ground clearance hingga 200 mm juga mendukung pengemudi untuk lebih mudah memantau jalan dan kondisi sekitarnya. Kontrol lingkar kemudi terbilang cukup ringan dan tak menimbulkan keraguan saat melakukan manuver, baik di lokasi parkir maupun saat bergerak agresif di kemacetan. Tuas transmisi yang panjang juga memudahkan perpindahan gear. Sayangnya, pedal kopling sedikit berat dan dalam, sehigga cukup menguras kerja otot kaki kiri.
Suspensi Innova terbilang memuaskan untuk MPV berplatform body on chassis. Saat melaju di kecepatan 120 kpj di jalur bebas hambatan yang bergelombang, penumpang di semua baris bangku tetap bisa merasa nyaman. Gejala limbung minim saat melakukan perpindahan jalur di kecepatan tinggi. Namun, tingginya ground clearance dan penggunaan ukuran velg dan ban yang kecil pada Innova tipe E, tak terlalu meyakinkan saat menikung cepat dan tajam.
Membeli dan Memiliki Varian Innova bermesin diesel masih mencari celah di tengah masyarakat yang memiliki pandangan bahwa mobil bermesin diesel lebih mahal dan sulit dalam perawatannya. Padahal, berkat proses kerja yang lebih sederhana dibandingkan mesin bensin, perawatan diesel relatif lebih mudah. Selain itu, diesel lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar. Lantaran keunggulan itu, Innova E diesel memiliki banderol harga lebih mahal Rp 5,55 juta dibandingkan Innova E bensin (Rp 180,5 juta).
Penggunaan teknologi D-4D menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keenonomisan Innova E, sekaligus menekan kadar emisi. Dalam pengujian yang kami lakukan, tercatat konsumsi bahan bakar Innova E diesel mencapai 15,3 kpl dalam kondisi lalu-lintas perkotaan yang padat. Saat kami bawa ke luar kota, konsumsi bahan bakarnya mencapai 11,3 kpl. Sedangkan konsumsi bahan bakar kombinasi mencapai 13,3 kpl. Mobil ini pun lebih ekonomis dibandingkan Innova bensin yang kami uji dan mencatatkan konsumsi bahan bakar kombinasi 7,92 kpl.
Penilaian AUTOCAR Nama besar Toyota Kijang dipastikan menjadi salah satu faktor utama bagi mobil ini untuk dipilih sebagai mobil keluarga. Peningkatan kualitas Kijang dari generasi ke generasi juga ditunjukkan dengan diterimanya mobil ini di pasar global. Pengendaraannya kini pun semakin baik, sedangkan pilihan mesin diesel menjadikan konsumen bisa mendapatkan efisiensi yang banyak dicari di masa seperti sekarang. Selain itu, layanan purna jual Toyota selalu menjadi pertimbangan nomor satu hingga saat ini.
|