LATEST REVIEW
|
|
|
Nissan Juke 1.5 CVT Nissan Juke. Crossover yang dirilis di awal Juni 2011 ini boleh dibilang masih meng |
|
|
|
Smart Fortwo Kehadiran Smart Fortwo-dengan bentuk yang unik-cukup menarik banyak mata masyarakat |
|
|
|
BMW X5 xDrive30d BMW X5 merupakan SUV perdana racikan manufaktur Bavaria yang membuat pasar jatuh ha |
|
|
Alih rupa tanpa kehilangan kualitas pendahulunya.
Model Uji Mazda2 Sedan 1.5L R AT
Harga Rp 245.000.000
* Tenaga 103 hp
* Torsi 135 Nm
* 0-100 kpj 13,1 detik
* Konsumsi BBM 10,5 kpl
* 80–0 kpj 2,5 detik 27,2 (m)
Kami suka
- Desain eksterior dan interior
- Fitur ALC (automatic level control)
- Pengendalian
Kami tak suka
- Kaca belakang
- Profil ban
- Kunci pintu
Mazda2 Sedan dirilis dalam dua versi, yaitu standar (dengan emblem S) dan varian yang lebih sportif dengan emblem R. Perbedaannya dapat dilihat dari pemakaian lampu kabut (model R), spion lipat elektrik, dan spoiler di atas tutup bagasi. Ukuran roda pun berbeda, untuk versi S dipakai profil ban 185/55 R15, sedangkan versi R terpasang ukuran 195/45 R16.
Sama seperti versi hatchback, mobil bertema 'Stylish Car You Can Wear' ini dibekali jantung mekanis berkode MZR, 1.5 L, DOHC, 16 valve berteknologi sequential valve timing (S-VT) dan electronic throttle control (ETC). Mobil yang kami uji adalah varian R bertransmisi otomatis 4-speed.
Desain & Rekayasa
Karena berbasis hatchback, untuk menjadi sedan perlu tambahan “ekor” yang berfungsi memperbesar bagasi. Namun, desain yang unik justru merlihatkan mobil ini seolah tidak berbagasi. Garis ke arah belakang yang melandai, serta bentuk kaca pintu belakangnya yang jauh dari tegak-lurus, membuat Mazda2 Sedan justru terlihat seperti coupe 4-pintu.
Memiliki lebar yang sama dengan hatchback (1.695 mm), Mazda2 Sedan lebih panjang 331 mm dan lebih rendah 2 mm. Keduanya juga berdiri di atas ground clearance yang sama, yaitu 152 mm, namun sumbu roda (wheelbase) Sedan lebih panjang 3 mm dibanding hatchback. Dengan bobot 1.079 kg (13 kg lebih berat ketimbang versi hatchback), Mazda2 Sedan mengaplikasi sistem kemudi berteknologi EPAS (electric power assistance steering). Dengan radius putar 4,9 m, cukup membantu ketika sedang berbalik arah dan parkir di tempat yang terbatas.
Mazda2 Sedan juga memakai teknologi 'lightweight ultra-high-tensile steel' yang menghasilkan bobot kendaraan yang ringan tetapi kuat. Penggunaan bahan bakar pun lebih hemat dan emisi gas buang lebih rendah. Untuk fitur keselamatan, Mazda2 Sedan dilengkapi 'Mazda advance impact distribution absorption system' (MAIDAS) yang menyerap energi akibat benturan. Itu ditambah dua kantung udara di depan (versi R), ABS (antilock braking system), EBD (electronic brake-force distribution), dan BA (brake assist).
Interior
Jika dibandingkan dengan rivalnya, seperti Honda City dan Toyota Vios, interior Mazda2 sedan menawarkan desain yang lebih impresif. Aura sportif menyapa melalui perpaduan warna hitam, baige, dan aksen aluminium di lingkar kemudi serta doortrim. Dashboard didesain lebih landai dengan material berkualitas tinggi, dan menimbulkan kesan lapang.
Desain lain yang menarik dan segar ditunjukkan oleh lingkaran besar di konsol tengah yang berfungsi sebagai rumah audio dengan head unit yang terintegrasi. Pusat hiburan ini mampu menampung 6-keping CD, memainkan format MP3, dan koneksi iPod (soketnya terletak di dekat tuas rem tangan). Menariknya, fitur audio dilengkapi ALC (automatic level control) yang melakukan pengaturan volume audio sesuai kecepatan mobil dan dengungan mesin. Fitur ALC ini memiliki 7-tingkatan sensitivitas.
Bentuk kaca depan memberi pengemudi dan penumpang depan area pandang yang luas. Selain itu, kursi pengemudi dapat diatur ketinggiannya. Tercatat, head room maksimal 88 cm dan minimal 90 cm. Pengaturan ini dilakukan dengan menarik atau menekan tuas yang terdapat di sisi kanan bawah kursi. Volume bagasinya berkapasitas 450 liter (lebih besar 200 liter) dibanding versi hatchback. Dengan sistem pelipatan kursi 60:40, kapastias bagasi bisa naik 1,5 kali atau sesuai kebutuhan.
Sayangnya, desain kaca belakang mereduksi pandangan, karena bentuknya kecil dan terlalu landai. Kondisi ini ditambah oleh dek di bawah kacanya: agak meninggi dan memantul ke kaca belakang. Visibiltas penumpang belakang untuk menoleh ke samping juga terhalang oleh garis pintu yang tinggi dan kaca pintu yang kecil.
Performa
Mengimbangi desain yang cantik, Mazda2 Sedan dilengkapi mesin berkode MZR, 4-silinder, DOHC, 16 valve berteknologi sequential valve timing (S-VT) dan electronic throttle control (ETC). Dari mesin berkapasitas 1.498 cc ini, diletupkan tenaga 103 hp pada 6.000 rpm dan 135 Nm pada 4.000 rpm.
Daya tersebut disalurkan via transmisi otomatis 4-speed. Kombinasi mesin dan tranmisi ini mampu melesatkan Mazda2 Sedan untuk 0-100 kpj dalam 13,1 detik dan akselerasi 0-402 meter dalam 19,1 detik dengan kecepatan 121 kpj.
Sayangnya, catatan ini masih di bawah kinerja Honda City dan Toyota Vios yang pernah kami uji sebelumnya. Hal tersebut terjadi karena Mazda2 Sedan kalah soal tenaga dan torsi, meski kapasitas mesin terpaut sangat kecil (hanya terpaut 1 cc dari kedua lawannya). Dibanding City, tenaga Mazda2 Sedan lebih kecil 17 hp dan torsi lebih rendah 10 Nm. Adapun dengan Vios, Mazda2 Sedan kalah 6 hp dan torsi 7 Nm lebih kecil.
Mazda2 Sedan menutupi kelemahan akselerasi dengan catatan pengereman yang lebih baik. Untuk 80-0 kpj, mobil ini mencatat 27,2 meter dalam 2,5 detik, sedangkan City mencatat 28,5 meter dalam 2,5 detik dan Vios membukukan 27,5 meter dalam 2,7 detik. Pada saat pengujian, lintasan dalam kondisi kering.
Pengendaraan & Pengendalian
Sejenak mobil ini memberi keraguan saat kami melihat profil ban yang terlalau tipis. Berdiri di atas ban 195/45 R16, Mazda2 Sedan di topang suspensi yang sama dengan versi hatchback: independent MacPherson strut (depan) dan torsion beam (belakang). Rangkaian kemudi dan kaki-kakinya memberikan pengendalian yang prima untuk kondisi jalan di dalam kota. Menggerakkan hidung mobil ini untuk menuju celah yang kita inginkan adalah kegiatan menyenangkan, berkat akurasi kemudinya.
Untuk pengujian luar kota, pengendaraan Mazda2 Sedan terbilang memuaskan. Body roll yang minim saat menikung dan akurasi setir yang tinggi adalah nilai keunggulannya. Tidak hanya itu, stabilitas di kecepatan tinggi terbilang baik. Kualitas suspensi Mazda2 Sedan dapat dibagi menjadi dua hal. Pertama, di jalanan bergelombang dengan kecepatan rendah (di bawah 40 kpj), bantingan terasa nyaman. Kedua, di jalanan bergelombang di kecepatan yang lebih tinggi, bantingan suspensi mulai terasa kurang enak. Terutama ketika melesat di jalan yang dibuat dari beton, agaknya, ini berkaitan dengan ban berprofil tipis yang digunakan.
Membeli & Memiliki
Hadirnya Mazda2 Sedan melengkapi varian mobil sedan yang memiliki saudara kembar hatchback, seperti Honda City dengan saudara Jazz dan Toyota Vios dengan saudara Yaris. Mazda2 Sedan tersedia dalam empat varian: S MT, S AT, R MT, dan R AT. Varian tertinggi Mazda2 Sedan 1.5L R AT dibanderol Rp 245.000.000 atau menjadi yang termurah di antara line up tertinggi mobil sekelasnya. Honda All New City S 1.5 AT dihargai Rp 274.500.000 dan Toyota Vios G 1.5L AT TRD dipatok Rp 254.400.000.
Garansi mobil ini 100 ribu km atau 3 tahun (mana yang tercapai lebih dulu). Garansi komponen adalah 12 bulan atau 20 ribu km. Pilihan aksesori untuk Mazda2 Sedan juga lebih banyak ketimbang lawan-lawannya.
Penilaian Autocar
Mazda bukan sekadar memasarkan versi sedan dari sebuah hatchback, namun berhasil membangun citra dan kepercayaan masyarakat dengan Mazda2 Sedan, setelah sukses dengan Mazda2 Hatchback di pasar Indonesia. Ya, bentuknya yang menawan dan kualitas pengendaliannya yang luar biasa, akan dengan mudah membuat konsumen jatuh hati. Mereka tinggal memilih sesuai selera: sedan atau hatchback, karena keduanya akan memberi kualitas yang sama.
|