LATEST REVIEW
|
|
|
Nissan Juke 1.5 CVT Nissan Juke. Crossover yang dirilis di awal Juni 2011 ini boleh dibilang masih meng |
|
|
|
Smart Fortwo Kehadiran Smart Fortwo-dengan bentuk yang unik-cukup menarik banyak mata masyarakat |
|
|
|
BMW X5 xDrive30d BMW X5 merupakan SUV perdana racikan manufaktur Bavaria yang membuat pasar jatuh ha |
|
|
Penantang kelas wahid bagi Civic dan Altis.
Model Uji Chevrolet Cruze LT AT
* Harga Rp 335.000.000
* Tenaga 141 hp
* Torsi 176 Nm
* 0-100 kpj 13,9 detik
* Konsumsi BBM 10,0 kpl
* 80-0 kpj 27 m
Kami Suka
- Desain eksterior yang segar
- Twin-cockpit yang modern dan sportif
- Pengendalian
Kami Tak Suka
- Mesin terasa tak bertenaga
- Tanpa koneksi Bluetooth
Sesuatu yang baru tentunya membawa angin kesegaran. Demikian juga dengan hadirnya Chevrolet Cruze, dengan kemunculan sedan yang dirakit di Thailand ini, jika sebelumnya pasar sedan menengah hanya didominasi Honda Civic, Toyota Corolla Altis, dan Mitsubishi Lancer, kini konsumen di Indonesia disuguhi pemain baru yang cukup menarik.
Cruze menjadi ujung tombak baru bagi PT General Motors AutoWorld Indonesia (GMAWI) untuk bertempur di kelas sedan menengah. Sukses Captiva di kelas SUV tentunya juga menjadi pendorong bagi Cruze. Kali ini, GMAWI dengen senjata Cruze berambisi mematahkan dominasi Civic dan Altis.
Siapa pun yang masuk ke kelas ini, pasti akan kesulitan menghadapi Civic dan Altis, namun Cruze agaknya punya kekuatan “sihir”. Contohnya, sejak diluncurkan medio 2008 lalu, Cruze telah mencetak angka penjualan lebih dari 128 ribu unit di seluruh dunia. Sementara sejak Januari 2010, Cruze telah terjual sebanyak 24.211 unit. Pasar China jadi penyerap paling besar untuk periode Januari-Maret, yakni dengan 17.030 unit.
Desain & Rekayasa
Penampilan Cruze sangat “sensual” seperti sebuah coupe 4-pintu (four-door coupe-like) hasil persilangan roofline melengkung dengan dek belakang yang pendek. Tak berlebihan jika sepintas kita melihat Cruze seperti “kakaknya”, Camaro. Sayangnya, mobil yang kami uji diberi lapisan chrome yang “berlebihan”.
Cruze merupakan mobil pertama General Motors (GM) yang dibuat di atas platform Delta II yang digunakan pula oleh Opel Astra, Opel/Vauxhall Zafira, dan juga Chevrolet Volt. Unsur keselamatan Cruze dimulai dari struktur bodi yang menganut sistem baru BFI (body-frame integral), yakni struktur bodi atas dan frame (rangka) yang direkayasa sebagai satu unit untuk meningkatkan soliditas dan stabilitas. Enam puluh lima persen struktur bodi Cruze terbuat dari material baja. Sebagai contoh, pilar B memiliki beberapa lapisan baja yang setiap lapisannya memiliki ketebalan yang berbeda. Perbedaan lapisan ini membuat struktur bodi lebih kokoh sekaligus lebih ringan.
GMAWI hanya menawarkan pilihan mesin bensin FIG3, 4-silinder, 1.796 cc, dengan DCVCP. Teknologi DCVCP (double continuously variable cam phaser) mengatur kinerja mesin sesuai kebutuhannya melalui sensor yang akan mendeteksi pergerakan cam. Sensor ini akan mengatur perputaran cam yang pada akhirnya mengatur juga katup suplai bahan bakar. Mesin ini menghasilkan tenaga maksimum 141 hp pada 6.200 rpm, sedangkan torsi yang dihasilkan sebesar 176 Nm pada 3.800 rpm. Mesin ini lebih bertenaga dibanding mesin Civic 1,8 liter (140 hp), namun kalah dari Altis (143 hp).
Interior
Chevrolet telah mendesain interior Cruze dengan baik, begitu pula dengan pemilihan material-materialnya. Interior Cruze bertema ‘twi- cokpit’, di mana dashboard terbelah oleh center console yang “membungkus” pengemudi dan penumpang depan. Twin cockpit ini terinspirasi interior Corvette lansiran 1953. Tombol-tombol yang tersebar di sekeliling dashboard cukup ergonomis dan mudah dijangkau, meskipun bukan tanpa kekurangan. Contohnya, tombol putar kipas AC yang sensitif, sering tersenggol lutut kiri pengemudi, sehingga beberapa kali tanpa sengaja menambah kencang kecepatan kipas.
Bagasi Cruze menyajikan bentuk yang baik guna memudahkan akses. Jok belakang yang bisa dilipat terpisah turut menambah konfigurasi penyimpanan di bagasi. Beruntung pula, mobil yang kami uji dibekali cargo net (opsional). Namun, tuas atau pun tombol pembuka bagasi di dalam kabin absen. Sebagai gantinya adalah tombol remote yang terintegrasi pada kunci mobil untuk membuka ruang barang itu.
Selain itu, kabin terasa luas karena memiliki leg room yang lega. Kabin dijejali beragam fitur menarik yang dirancang untuk memberikan kenyamanan. Misalnya, fitur climate control yang dilengkapi dengan air quality system (AQS) meski masih mengaplikasi single zone. AQS berfungsi sebagai penyaring udara dari luar yang masuk ke dalam kabin, sehingga AC lebih segar bagi para penumpangnya.
Performa
Suara jantung mekanis 1,8 liter terdengar agak keras di putaran awal. Namun, melembut seiring bertambahnya putaran mesin. Saat melaju di kecepatan tinggi, mesin terasa ringan dalam menghela beban yang ditopangnya. Coba larikan mobil ini di kecepatan 120 kpj, dan bandingkan suara mesinnya dengan saat mesin berakselerasi di putaran awal. Hal ini membuat Cruze ideal untuk perjalanan jarak jauh dengan melintasi jalan bebas hambatan. Tipikal mobil-mobil Amerika yang kerap melintasi jalanan panjang dan lengang antar-negara bagian.
Di sinilah letak keunggulan Cruze, yakni melaju tenang dan elegan, sehingga memberi perasaan nyaman kepada pengemudi dan penguni kabin lainnya. Dengan Cruze, menempuh perjalanan jauh ke luar kota tidaklah melelahkan. Adapun untuk soal akselerasi jarak pendek, Autocar Inggris mencatat perolehan waktu yang cukup fantastis untuk Cruze LT, yakni 10,9 detik untuk 0-100 kpj. Adapun Cruze di Indonesia mencatatkan waktu 13,9 detik untuk akselerasi serupa.
Sementara itu, dalam kegaitan menyalip kendaraan lain di jalur luar kota, atau akselerasi 60—120 kpj, Cruze memberi performa yang memuaskan. Mainkan pedal akselerator dengan halus dan mantap, maka mobil ini melesat dengan elegan saat mendahului truk atau bus besar. Performa seperti ini bisa didapat pada mode transmisi otomatis penuh atau pun semi-otomatis.
Pengendaraan & Pengendalian
Kali ini, Civic dan Altis menemukan saingan baru yang tak boleh dikesampingkan dalam hal pengendaraan dan pengendalian. Setir Cruze terasa akurat, meski tidak sekomunikatif Civic. Power steering masih mengandalkan metode konvensional hidrolis. Meski demikian, setir tetap saja terasa ringan di kecepatan rendah, saat diperlukan kelincahan, dan memberat sebagaimana mestinya saat melaju kencang.
Tidak sulit untuk mendapatkan posisi duduk yang ideal saat hendak mengemudikan Cruze. Ini berkat pengatur jok dan pengaturan kemudi model teleskopik. Jarak pandang pun sangat memuaskan, dan hal ini memberikan kepercayaan diri yang lebih bagi mereka yang baru pertama kali mengemudikan Cruze. Rasakan bagaimana Cruze menghadapi jalanan. Yang pasti, Cruze dilengkapi kontrol traksi dan electronic stability program (ESP) yang bisa dinon-aktifkan melalui sebuah tombol di dekat tuas perseneling. Suspensi depannya menganut model MacPherson strut dengan compound crank di bagian belakang.
Suspensi compund crank digunakan karena mampu memberikan kestabilan di setiap tingkat percepatan. Kelebihan suspensi model ini adalah sudut camber (kemiringan roda) yang tidak mudah berubah, terutama saat mobil bermanuver. Selain itu, mekanismenya yang terbilang sederhana membuat suspensi compound crank ringan, kuat, dan tidak memakan tempat. Batang torsi yang ringan memberikan kontribusi terhadap pendistribusian bobot kendaraan. Peredaman suspensi terasa mantap di berbagai tingkat kecepatan. Terasa bahwa mobil ini tidak banyak mengayun di kecepatan tinggi, sehingga memberikan rasa percaya diri saat bermanuver.
Untuk menghentikan lajunya, Cruze dibekali rem cakram pada keempat rodanya. Selain itu, fitur seperti ABS, EBD (electronic brakeforce distribution), dan BA (brake assist) disematkan untuk membantu menjaga kualitas pengereman. Hasilnya, rem akan menghentikan Cruze yang memiliki bobot 1,4 ton dalam jarak 27,1 meter dalam 2,7 detik (dari kecepatan 80 kpj). Namun, angka tersebut masih kalah dengan Altis yang hanya perlu 25,8 meter dan 2,4 detik untuk berhenti dari kecepatan 80 kpj. Memang, bobot Altis hanya di kisaran 1,2 ton.
Membeli & Memiliki
Chevrolet di Indonesia telah sukses dengan berbagai mobil anyar seperti Captiva, Estate, Spark, Aveo, dan Optra. Hadirnya Cruze akan memberikan nuansa yang semakin modern bagi merek Chevrolet di sini, selain memantapkan citra, kesungguhan, dan konsistensinya di pasar Indonesia.
Kami menguji Cruze sejauh lebih dari 2.000 km dengan melalui berbagai macam jalanan, dari mulai jalan bebas hambatan mau pun tanjakan/turunan yang berliku. Konsumsi bensin yang dibutuhkan Cruze cukup menggembirakan, yakni 11,2 kpl untuk jalur luar kota dan 8,8 kpl untuk pemakaian dalam kota yang banyak melakukan stop and go. Cruze irit, lega, dan nyaman, meski mesin dan transmisinya tidak menonjol. Dengan banderol Rp 335 juta, atau lebih murah Rp 15 juta dari Civic dan Rp 11 juta dari Altis, rasanya bisa ‘menggoyang’ hasrat tidak sedikit konsumen.
Penilaian Autocar
Tak banyak mobil yang dijual memiliki desain eksterior dan interior yang mengundang hasrat kuat untukmendekatinya. Namun, Chevrolet berhasil meleburkan nuansa itu ke dalam Cruze. Chevrolet Cruze merupakan proyek ambisius General Motors untuk menyingkirkan Toyota, Honda dan Mitsubishi dalam percaturan sedan menengah.
Chevrolet Cruze punya pengendaraan, pengendalian serta transmisi yang menyenangkan diajak bercengkrama di dalam amupun luar kota. Apalagi, banderol harga Cruze yang paling murah. Tiba saatnya Anda mempertimbangkan sungguh-sungguh sang Rising Star ini.
|