|
|
Mitsubishi Pajero Sport Exceed
Selalu Pilih DEX
Menyukai Pajero Sport karena daya angkut dan keandalannya. Sedikit bunyi pada transmisi ternyata bukan hal yang mengganggu.
Sejak memiliki cucu, kami sepakat bahwa sarana transportasi harus diubah. Sebelumnya, kami menggunakan Honda Civic buatan 2008. Layaknya sedan, tentunya kapasitas muatannya tidak sebesar MPV atau SUV. Sedangkan bila sekeluarga berekreasi, tentunya perlu mobil yang mampu memuat lebih banyak penumpang.
Pajero Sport kami jadikan pilihan karena kapasitasnya yang mumpuni. Selain itu, fitur-fiturnya juga lengkap, dan mesinnya lebih bertenaga ketimbang kompetitornya. Ini bukan pertama kalinya kami memilih Mitsubishi. Di akhir dekade '90-an kami pernah memiliki Mitsubishi Lancer GTI, yang mesinnya cukup 'bandel'. Saya ingat betul, saat itu mobil tersebut bermasalah dengan klep (katup), namun tetap saja bertenaga.
Kini, dengan Pajero Sport kami merasa cukup puas. Sekeluarga terangkut, plus barang bawaannya. Istri saya menggunakan mobil ini untuk melakukan aktivitas hariannya yang cukup padat. Mulai praktek di rumah sakit di Bandung, hingga mengajar di Universitas Pajajaran di Jatinangor.
Jadi, jangan heran, walaupun masih terhitung baru (dibeli pada Januari 2011 lalu), Pajero Sport ini sudah menorehkan angka 7.000 km di odometer-nya. Tapi, biar begitu, perawatan tetap nomor satu. Dan satu lagi, solar yang digunakan selalu jenis DEX. Sebisa mungkin kami gunakan bahan bakar tersebut. Mengapa? Sebab, memang lebih bersih ketimbang solar biasa. Soal harga DEX, itu relatif, tapi yang pasti, Pertamina seharusnya lebih giat memasarkan bahan bakar yang satu ini. Semakin banyak orang yang akan menggunakan mobil diesel di masa yang akan datang.
Hampir tidak ada keluhan untuk mobil bongsor ini. Saat membeli pun, dealer selalu menepati janjinya. Bahkan, performa sesungguhnya pernah dirasakan saat menempuh perjalanan ke Lampung beberapa waktu yang lalu. Keluhan yang paling terasa mungkin datang dari transmisi yang terkadang berbunyi 'deg' saat perpindahan gigi. Setelah dicek di bengkel resmi, para mekanik mengatakan tidak ada masalah. Sejauh ini memang tidak terlalu mengganggu, dan mudah-mudahan tidak akan mengganggu. Karena kami cukup menikmati mobil ini.
Djoko Soetikno, dokter, tinggal di Bandung
|