|
|
KAULAH SEGALANYA
Siapa yang menyangka sosok diva ini menyukai SUV besar. Dan, ia pun rela mengelap sendiri mobilnya.
Kaulah segalanya bagi ku, kaulah curahan hati ini, tak mungkin ku melupakan mu, tiada lagi yang kuharap, hanya kau seorang.” Siapa yang tak mengenal lirik lagu ini, sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Ruth Sahanaya atau kerap disapa Uthe, yang bisa menggambarkan bagaimana perasaan dia terhadap mobil kesayangannya. Penyanyi legendaris ini pun berkisah.
“Arti sebuah mobil bagi saya tak jauh berbeda dengan lirik yang disebutkan di atas. Mobil adalah segalanya, karena di dalam mobil itulah saya melakukan berbagai rutinitas harian. Ibaratnya, sudah menjadi rumah kedua saya. Maka, saat mencari mobil, saya memiliki beberapa kriteria: nyaman, cepat, tatanan audionya baik, bengkelnya mudah ditemukan, dan tentunya sesuai dengan jiwa saya.”
“Mazda CX-7 yang baru enam bulan saya pakai ini adalah mobil kedua saya dari model yang sama. Sebelumnya, saya memakai CX-7 produksi 2007 berwarna merah. Saat mendengar kabar bahwa Mazda melansir model CX-7 facelift, maka saya langsung memutuskan untuk mengganti dengan memilih warna putih. Mengapa putih? Saya ingin mengikuti trend putih yang sedang digandrungi oleh konsumen di Jakarta.”
“Penyegaran pada model facelift yang saya pakai, terlihat berbeda dengan sebelumnya, khususnya pada desain bumpernya, yang membuat si putih terlihat semakin gagah. Walau secara performa tidak terlalu ada perubahan, namun saya sangat puas akan kecepatannya. Mudah saja menyentuh angka 120 kpj. Biasanya saya terlena saat melaju di jalan tol Cipularang ketika sedang menuju Bandung bersama Jeffry suami saya dan Nadine anak saya untuk berlibur di akhir pekan.
Saat-saat liburan pun semakin menyenangkan karena suspensi CX-7 cukup nyaman, serta ruang bagasi belakangnya sangat mengakomodir barang belajaan, oleh-oleh, atau membawa kebutuhan baju dan sepatu saya untuk konser. Semua itu ditambah kualitas suara audio buatan BOSE yang sangat baik, sehingga membantu saya dalam menghafalkan lagu-lagu sebelum naik panggung.
Selama memakainya, saya tidak pernah “dikerjai” secara teknis. Kalau kesenggol motor pernah dan membuat pintu saya tergores panjang. Perawatan berkala, termasuk memoles bodi luar, rutin saya lakukan 2–3 bulan sekali. Saya patuh pada anjuran buku manual. Sehingga jangan heran jika saya tak segan-segan mema-rahi penumpang saat mereka mengunyah makanan ringan sekalipun di dalam mobil. Saya tipe pembersih, tak satu pun noda di dalam kabin yang boleh hadir. Jika ada? Langsung saya lap sendiri. Namun, di balik kelebihan mobil ini, saya cuma berharap Mazda mau memundurkan jok belakangnya, sehingga legroom-nya bertambah.
Ruth Sahanaya, penyanyi, tinggal Ciganjur, Jakarta Selatan
|