|
|
Buah Kesabaran
Sudah jadi incaran cukup lama. Performa dan posisi mengemudi dikagumi. Konsumsi BBM-nya sesuai performa.
Sebetulnya sejak pertama kali diluncurkan, BMW Z4 3.0i sudah menarik hati saya untuk membelinya. Tapi, ketika saya ingin membeli, saya kesulitan untuk mendapatkannya, dan hanya bisa bersabar sambil berharap bisa memboyongnya suatu hari nanti.
Pepatah ‘orang sabar disayang Tuhan’ sepertinya ada benarnya. Kebetulan, suatu hari paman saya membeli Z4, persis seperti yang saya inginkan. Dan setelah dipakai hampir setahun, mobil ini mau dijual. Akhirnya, tanpa berpikir panjang saya beli mobil itu.
Saya memilih Z4 karena jatuh cinta pada desainnya yang sportif tetapi klasik. Mobil ini tidak saya pakai setiap hari dan hanya digunakan setiap akhir pekan. Kalau tidak dipakai, mobil hanya saya panaskan atau saya kendarai di sekitar kompleks rumah. Itu pun saya lakukan setelah mendapat masukan dari pihak bengkel yang mengharuskan mobil selalu jalan dan bergerak.
Biasanya saya menyetir sen-diri, dan jarang memberi kesempatan orang lain untuk membawanya. Rute yang saya tempuh biasanya dari rumah saya di Bintaro ke kampus atau ke da-erah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Paling jauh, saya pernah melarikannya ke Bandung.
Mesinnya sangat menyenangkan. Tarikan awal sangat ringan, dan lingkar kemudi pun cukup bersahabat di kecepatan tinggi. Pengendalian juga baik meski suspensi sedikit keras. Top speed yang pernah saya peroleh adalah 235 kpj. Saat itu saya melaju di jalan bebas hambatan. Kebetulan malam itu kondisi jalan tidak begitu ramai. Pada kecepatan tersebut, mobil cukup stabil. Posisi mengemudinya yang relatif rendah pun cukup mendukung.
Secara keseluruhan, saya suka dengan mobil ini. Kalau pun ada hal yang kurang pas, itu adalah penggunaan bahan bakar yang lumayan boros. Namun, itu sudah risiko mobil dengan kapasitas mesin 3,0 liter, dan saya mengisinya dengan bahan bakar sekelas Pertamax Plus. Kualitas interiornya pun cukup bagus. Menurut saya, aura sportif begitu kental di dalam kabin.
Kondisi mobil dari pertama kali saya beli hingga sekarang masih orisinal. Belum ada sedikit pun perubahan. Soal pelayanan purna jual pun pihak bengkel cukup kooperatif dalam memberikan informasi dan ma-sukan. Kebetulan garansi service 5 tahun yang diberikan pihak bengkel kepada konsumennya masih berlaku, jadi cukup membantu saya dalam merawat mobil ini.
Rangga Pratama, mahasiswa, tinggal di Bintaro, Banten
|