|
|
Sebagai seorang penyanyi, saya memerlukan mobil yang serba guna dan dapat diandalkan, guna menunjang aktivitas yang terbilang padat. Kebetulan saya sebelumnya memakai sedan dan ingin beralih ke mobil kecil. Jadilah, saya pilih Honda Jazz Mugen RS 2009 yang saya pinang Oktober tahun lalu.
Hanya tiga minggu menunggu, mobil ini datang tanpa cacat. Setelah mengendarainya, ternyata posisi mengemudinya cukup baik dan tidak kalah dengan sedan. Pandangan ke depan yang baik begitu membantu saya berkendara. Mobil ini sa-ngat mendukung aktivitas saya karena tidak terlalu besar, bertransmisi otomatis, irit, dan kapasitas bagasinya lumayan besar. Ini merupakan mobil bertransmisi otomatis pertama yang saya miliki, karena sebe-lumnya selalu menggunakan mobil bertransmisi manual.
Kenapa saya pilih warna putih dan versi Mugen? Awalnya ada dua pilihan warna, yakni kuning dan putih, tapi setelah saya pikir-pikir lebih baik putih karena kuning terlalu ‘ngejreng’. Namun, konsekuensinya, saya harus ekstra merawat mobil ini. Jadi, dua kali dalam sebulan mobil ini saya masukkan ke salon. Saya pilih trim Mugen karena tampilannya lebih sportif.
Saya selalu men-service Jazz di bengkel resmi. Kinerja bengkel cukup memuaskan, karena selalu mengerjakan service tepat waktu. Dan mereka juga cukup informatif dan komunikatif, sehingga saya bisa berkonsultasi. Sebagai contoh, biasanya saya melakukan service rutin itu setiap 5.000 km, tetapi pihak bengkel menyaran-kan setiap 10.000 km sesuai manual book.
Dari segi kulitas produk, menurut saya tidak ada kendala teknis. Tetapi, pernah ketika melaju terdengar suara di sekitar dashboard. Sempat saya sampaikan masalah ini ke pihak bengkel. Sempat bolak-balik juga, tetapi akhirnya bunyi itu hilang. Lalu jika diperhatikan, warna cover spion dan bumper berbeda dengan warna bodi. Setelah ditanyakan kepada bengkel, mereka mengiyakan hal tersebut. Selain itu, suspensi yang keras sedikit mengganggu ketika melintas di jalan bergelombang dan berlubang.
Tetapi, semua itu tidak me-ngurangi rasa sayang saya terhadap mobil ini. Jazz begitu fleksibel menyokong kegiatan saya dari Bintaro menuju kantor di bilangan Jakarta Selatan, atau ketika berpergian ke luar kota.
Purie Andriani, pegawai dan penyanyi, tinggal di Bintaro, Tangerang, Banten.
|