|
Perkenalan saya dengan Mercedes-Benz sudah terjadi sejak usia remaja. Kebetulan orang tua saya telah mengenalkan mobil Mercy sejak saya belia dan hingga kini saya sangat mencintai Mercedes-Benz.
Demi kepentingan keluarga, maka saya memilih Mercedes-Benz E250 CGI Station Wagon. Saya merasa mobil ini cocok sekali dengan saya yang sudah berkeluarga, meski awalnya saya sempat melakukan test drive terhadap E250 CGI sedan. Interiornya terasa lapang dengan tiga baris tempat duduk. Selain itu, baris kedua dan ketiga dapat dilipat, sehingga kabinnya bisa memuat banyak barang.
Hal yang membuat saya gembira adalah AC-nya mampu menjangkau seluruh ruangan, meski hanya dengan penghembus tunggal (single blower). Biasanya, station wagon memiliki kelemahan dengan AC yang sulit menjangkau seluruh ruangan. Tetapi, tidak dengan mobil ini. Ternyata sistem pendingin yang digunakan telah disesuaikan dengan iklim di Indonesia. Selain itu, penggunaan plafon panoramic begitu bagus, sehingga saya dan keluarga dapat melihat awan di siang hari dan bintang di malam hari.
Secara keseluruhan, saya suka dengan mobil ini, tetapi ada satu hal yang kurang saya sukai, yakni sensor lampunya yang terlalu sensitif. Saat intensitas cahaya di luar kendaraan berkurang, lampu akan menyala dengan sendirinya, bahkan saat langit mendung pun lampu me-nyala sendiri. Bagi yang tidak mengerti, mungkin mereka akan diam saja, padahal kita bisa mematikannya secara manual.
Mobil ini baru dua minggu hadir di garasi dan karena masih menggunakan plat nomor sementara, maka rute yang saya lalui hanya dari rumah ke tempat kerja (Radio Dalam–Meruya). Tetapi, satu hari saya kendarai mobil ini ke bandara untuk meng-antar anak saya. Performa mesin 1.800 cc dengan teknologi CGI ini terasa sangat memuaskan di jalan tol menuju bandara yang panjang.
Kedatangan mobil ini juga tidak memakan waktu lama. Saya memesan di bulan April 2010 dan saat itu saya menginginkan warna putih dan saya harus menunggu sekitar enam bulan. Tetapi, pihak dealer memberitahu saya bahwa mereka memiliki stok dengan warna hitam dan paladium. Daripada menunggu enam bulan, akhirnya saya pilih yang berwarna hitam. Tepat akhir Juni 2010, mobil ini diantar ke rumah saya.
Aris Mulia, wiraswastawan, tinggal di Jakarta Selatan
|